Rabu, 20 Mei 2026

Kesehatan

8 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak, Multitasking Hingga Jarang Bergerak

Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdamp

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
freepik
ILUSTRASI KURANG TIDUR - Kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang kerap dianggap sepele. Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif dalam jangka panjang. 

Memasukkan terlalu banyak rencana dalam daftar tugas harian ternyata bisa membanjiri memori kerja, yang berakibat buruk bagi kesehatan otak.

Tanpa penentuan prioritas yang tegas, banyaknya rencana tersebut justru akan memicu tekanan mental.

“Ketika orang mencantumkan semua yang 'seharusnya' atau 'bisa' mereka lakukan dalam sehari tanpa prioritas yang jelas, mereka sering merasa lebih stres, bukan berkurang,” kata Maniscalco.

Memaksakan daftar tugas yang terlalu panjang justru akan memberikan beban berlebih pada korteks prefrontal, yakni area otak yang memegang kendali atas fungsi perencanaan, fokus, hingga proses pengambilan keputusan.

Maniscalco menuturkan, beban kognitif yang berlebih ini dapat memicu kekacauan pikiran, kecemasan, hingga penurunan kinerja intelektual.

Sebagai solusi, ia menganjurkan penerapan "Aturan 3 Prioritas", yakni menetapkan tiga tugas paling penting setiap pagi.

Sementara itu, tugas lainnya bersifat opsional, atau didelegasikan atau ditunda.

6. Mengabaikan relasi sosial

Seiring bertambahnya usia, sangat mudah bagi seseorang untuk terlalu larut dalam kesibukan kerja hingga melupakan interaksi sosial. Padahal, mengisolasi diri dapat mengganggu kinerja otak secara keseluruhan.

“Berhubungan dengan orang lain, bahkan hanya berbicara dengan teman atau anggota keluarga, memberikan pikiran jenis stimulasi yang dibutuhkannya untuk tetap sehat,” kata Hafeez.

7. Malas memeriksa kadar kolesterol LDL

Kadar kolesterol LDL yang tinggi juga merupakan ancaman besar bagi kesehatan otak jangka panjang.

Bullard menerangkan, kadar kolesterol ini menjadi pemicu utama penurunan fungsi berpikir karena dampaknya terhadap penyusutan volume otak, serta kesehatan pembuluh darah.

8. Jarang bergerak

Kebiasaan duduk dalam durasi yang terlalu lama dapat menyebabkan penyusutan pada pusat memori di otak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved