Kamis, 21 Mei 2026

Kesehatan

8 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak, Multitasking Hingga Jarang Bergerak

Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdamp

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
freepik
ILUSTRASI KURANG TIDUR - Kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang kerap dianggap sepele. Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif dalam jangka panjang. 

“Seiring waktu, utang tidur itu mengurangi kemampuan otak untuk membersihkan limbah metabolik seperti beta-amiloid, yang telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer,” ujar Haas.

3. Sering melewatkan sarapan

Bagi banyak orang, menghindari sarapan dianggap sebagai cara untuk menghemat waktu. Padahal, ini justru mengacaukan pasokan energi yang dibutuhkan oleh otak.

“Setelah tidur malam, tubuh pada dasarnya telah berpuasa selama berjam-jam, dan otak membutuhkan bahan bakar untuk mulai bekerja,” kata Hafeez.

Melewatkan sarapan bisa membuat konsentrasi memburuk, mudah marah, dan kurangnya motivasi sepanjang hari.

Ketimbang membiarkan perut kosong, Hafeez menyarankan menu ringan tapi tinggi serat dan protein seperti smoothie atau olahan telur dengan sayuran.

Sarapan yang memadai membantu menjaga stabilitas kadar gula darah agar pikiran tetap tajam dan fokus sepanjang hari.

4. Main HP sebelum tidur

Aktivitas menggunakan HP tanpa tujuan yang jelas dapat berdampak buruk bagi otak, terutama sesaat sebelum tidur.

Ilmuwan saraf Jamey Maniscalco, PhD, menjelaskan bahwa kebiasaan ini memangkas durasi tidur akibat lonjakan hormon stres, dan terhambatnya hormon melatonin.

Padahal, kualitas tidur yang baik adalah faktor kunci dalam menjaga kesehatan otak.

Ia menyarankan untuk menjauhkan diri dari layar HP setidaknya 30 menit sebelum terlelap.

Meluangkan waktu tenang, meski hanya selama 10 menit sebelum tidur, sangat efektif untuk memberikan sinyal pada otak agar segera beralih ke fase istirahat dan pemulihan.

Kondisi ini nantinya akan mendorong kualitas tidur yang lebih efisien serta durasi istirahat yang lebih panjang.

5. Daftar tugas yang berlebihan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved