Kesehatan
8 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Otak, Multitasking Hingga Jarang Bergerak
Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdamp
Ringkasan Berita:
- Multitasking, begadang, serta kebiasaan main HP sebelum tidur menguras energi mental dan mengganggu proses pemulihan otak.
- Melewatkan sarapan, jarang olahraga, serta kadar kolesterol LDL tinggi dapat mengganggu suplai energi dan aliran darah ke otak.
- Daftar tugas berlebihan tanpa prioritas serta kurangnya interaksi sosial dapat memicu stres, kecemasan, dan menurunkan kinerja intelektual.
SERAMBINEWS.COM - Kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang kerap dianggap sepele.
Mulai dari multitasking berlebihan, kurang tidur, melewatkan sarapan, hingga jarang bergerak dan mengabaikan relasi sosial, semuanya dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif dalam jangka panjang.
Dengan memperbaiki pola hidup sederhana seperti tidur cukup, membatasi penggunaan HP sebelum tidur, rutin berolahraga, serta menjaga kesehatan kolesterol, fungsi otak dapat tetap optimal dan risiko demensia dapat ditekan.
Berikut ragam kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan otak, dilansir dari Real Simple, Selasa (3/3/2026).
1. Multitasking
Daya ingat manusia ternyata tidak akan bekerja secara maksimal saat seseorang gagal memusatkan perhatian pada satu hal saja secara utuh.
Baca juga: VIDEO - Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar: Latihan Takwa di Era Media Sosial
“Multitasking mungkin terasa seperti kamu menyelesaikan banyak hal, tetapi sebenarnya itu memperlambat dan menguras otakmu,” kata neuropsikolog dan direktur Comprehend the Mind, Sanam Hafeez, PhD.
“Setiap kali kamu beralih dari satu tugas ke tugas lainnya, pikiranmu harus melakukan pengaturan ulang, dan itu membutuhkan energi. Bukannya menjadi lebih efisien, kamu justru membakar sumber daya mental," sambung dia.
Guna mendapatkan hasil yang nyata, Hafeez menganjurkan penerapan teknik Pomodoro, yakni berkonsentrasi pada satu tugas selama lebih kurang 25 menit, yang kemudian diikuti oleh istirahat pendek.
Skema antara fokus penuh dan jeda terencana ini memberikan kesempatan bagi otak untuk mengolah pekerjaanmu secara mendalam, sehingga produktivitas dan konsentrasi tetap terjaga untuk waktu yang lama.
2. Mengabaikan waktu tidur
Istirahat malam yang kurang dari tujuh jam secara rutin telah lama dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif yang terjadi lebih awal, sehingga mencukupi waktu tidur merupakan hal yang bersifat mutlak.
Baca juga: VIDEO - Pengamatan Gerhana Bulan Total di Lhokseumawe
“Tidur membersihkan racun, mengonsolidasikan memori, dan memulihkan fungsi otak. Dan ini bukan hanya tentang jumlah jamnya saja,” kata neuropsikolog klinis dan direktur psikologi di Gaylord Specialty Healthcare, Sarah Bullard, PhD.
Bullard menambahkan bahwa gangguan kesehatan seperti henti napas saat tidur (sleep apnea) yang menghambat aliran oksigen, memiliki kaitan erat dengan kerusakan pembuluh darah serta peningkatan risiko demensia.
Selain itu, praktisi kedokteran integratif Will Haas, MD, MBA, menyebutkan bahwa banyak orang abai terhadap bahaya kurang tidur tingkat rendah yang terjadi secara menahun.
| 5 Jus Alami Penurun Tekanan Darah Tinggi, Bisa Jadi Pendamping Pola Hidup Sehat |
|
|---|
| 6 Manfaat Konsumsi Kuaci untuk Kesehatan, dari Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
| 15 Cara Alami Menurunkan Gula Darah Tinggi, dari Pola Makan hingga Aktivitas Harian |
|
|---|
| 4 Jenis Kacang Terbaik untuk Turunkan Tekanan Darah, Pilihan Sehat bagi Penderita Hipertensi |
|
|---|
| 5 Cara Sehat Kurangi Asupan Garam, ini Trik Sederhana Saat Memasak agar Tetap Lezat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-begadang.jpg)