Aceh Timur Kolaps, Al-Farlaky Menangis Memohon Bantuan Presiden
Kabupaten Aceh Timur diambang kolaps setelah mengalami rusak parah dihantam banjir besar dan tanah longsor.
Ringkasan Berita:
- Banjir besar dan longsor melumpuhkan seluruh layanan publik, transportasi, listrik, dan komunikasi; keuangan daerah tak mampu menangani darurat.
- Puluhan korban jiwa diperkirakan, beberapa desa hilang, rumah sakit rusak, dan akses logistik terhenti.
- Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menangis memohon Presiden segera mengirim bantuan logistik dan tenaga penyelamat.
SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR – Kabupaten Aceh Timur diambang kolaps setelah mengalami rusak parah dihantam banjir besar dan tanah longsor.
Pelayanan publik lumpuh (kantor tutup, listrik padam, jaringan komunikasi mati). Akses transportasi terputus total sehingga distribusi logistik gagal.
Keuangan daerah tidak mampu membiayai layanan dasar dan kondisi darurat bencana yang membuat Pemkab Aceh Timur tak bisa menjalankan fungsi koordinasi.
Sementara jumlah korban jiwa belum bisa diprediksi, meski angka perkiraan disebut mencapai puluhan jiwa.
Gambaran tentang kondisi Aceh Timur baru diketahui pada Sabtu (29/11/2025), setelah Pemkab menyewa perangkat Starlink. Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengambarkan situasi Aceh Timur yang cukup parah dan nyaris kolaps.
Dalam suasana darurat yang mencekam, Al-Farlaky, tak mampu menahan tangis saat memohon bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam sebuah video rapat bersama Forkopimkab membahas penanganan darurat bencana, Al-Farlaky tampak beberapa kali mengusap air matanya.
"Kita harus terus bergerak meski dengan segala keterbatasan yang ada. Kita harus bergerak," kata Al-Farlaky.
Baca juga: Pemko Langsa Mulai Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir Posko Sementara
Baca juga: Dirut PLN Pimpin Pemulihan Listrik di Aceh, Kerahkan 500 Petugas
Ada Desa yang Hilang
Saat menghubungi wartawan Serambinews.com di Banda Aceh, Al-Farlaky mengatakan bahwa saat ini Aceh Timur sudah lumpuh total.
Ia menyebutkan, seluruh kecamatan (24 kecamatan) di Aceh Timur terdampak banjir, yang sebagiannya menerima dampak terparah.
Di antaranya yang cukup parah dialami Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi yang dihantam banjir bandang.
"Di Kecamatan Serbajadi kita mendapat kabar ada tiga desa yang hilang dihantam banjir bandang,"
"Tetapi kami belum menerima kepastiannya, karena askes transportasi dan komunikasi terputus. Beberapa ruas jalan tertimbun longsor," ungkap Al-Farlaky.
Sejauh ini, pihaknya belum mendapat gambaran sejauh mana dampak keparahan yang terjadi akibat banjir yang menerjang.
Tetapi Al-Farlaky mengambarkannya seperti bencana tsunami 2004 silam. Jalan-jalan rusak parah dengan kondisi aspal terkelupas.
Arus air juga cukup kencang dan berputar, yang sangat membahayakan keselamatan.
Baca juga: Banjir Aceh 2025: Bencana Terburuk dalam Dua Dekade, dan Lumpuhnya Sistem Penanggulangan
Baca juga: Banyak Daerah Terilosir, Pemerintah Pusat Didesak Tetapkan Bencana Aceh Jadi Darurat Nasional
"Persis seperti bencana tsunami dulu," imbuh Al-Farlaky yang juga penyintas tsunami 2004 ini.
Stok Logistik Menipis
Sementara itu, akses jalan nasional yang menghubungan Banda Aceh-Medan juga belum bisa ditembus, baik dari Medan maupun dari Banda Aceh.
Sedangkan di sisi lain, logistik masyarakat sudah sangat menipis. Al-Farlaky bahkan harus mengeluarkan uang dari kantong pribadinya sendiri untuk membantu masyarakat.
"Bantuan belum ada satu pun, baik dari pusat maupun provinsi, karena akses jalan tidak bisa ditembus,"
"Bantuan logistik yang diangkut dengan kapal perang kita dengar sudah berangkat dari Pelabuhan Belawan, dan semoga bisa segera tiba," harapnya.
Al-Farlaky sangat berharap bantuan itu tiba secepatnya. Sebab apabila sampai dua hari belum juga ada bantuan yang masuk ke Aceh Timur, diyakininya akan ada masyarakatnya yang meninggal kelaparan.
Di samping itu, rumah sakit juga lumpuh total, alat-alat medis rusak.
"Jadi jangan dianggap bencana di Aceh Timur ini sepele," tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Aceh Timur Lumpuh Total, Warga Terisolir, Krisis Makanan dan Putus Komunikasi
Baca juga: VIDEO - Menhan, Panglima TNI, dan Titiek Soeharto Ikut Turun Langsung Distribusi Logistik di Aceh
Korban Jiwa di Aceh Timur
Saat ditanyakan tentang jumlah korban jiwa, Bupati memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan orang.
Tetapi hal itu masih sebatas perkiraan dan belum bisa dipastikan karena akses komunikasi yang terputus total.
"Saya baru bisa berkomunikasi sejak Sabtu setelah kita pasang starlink. Kita sewa 10 juta selama 10 hari," timpalnya.
Oleh sebab itu ia memohon bantuan Presiden RI agar segera secepatnya mengirimkan bantuan logistik dan tenaga ke Aceh Timur.
"Kita mohon bantu kami. Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal," kata Al-Farlaky memelas.(*)
Korban banjir di Aceh Timur
Aceh Timur Kolaps
Al-Farlaky Menangis Mohon Bantuan Presiden
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky
Banjir Bandang Aceh Timur
Desa Hilang di Aceh Timur
| Bupati Aceh Timur Ultimatum Vendor Huntara, Minta Tunjukkan Bukti Pembangunan |
|
|---|
| 24.500 UMKM Terdampak Banjir Terdata, Pedagang Musiman Tak Masuk Kriteria |
|
|---|
| Al-Farlaky Kembali Uji Publik Bantuan Rumah BNPB |
|
|---|
| Orasi Bupati Al-Farlaky di Hadapan Pendemo Jadi Perhatian, Ini Penekanannya |
|
|---|
| Polres Aceh Timur Kerahkan 285 Petugas Gabungan Amankan Demo Korban Banjir di Pendopo Idi Rayeuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Al-Farlaky-Menangis.jpg)