Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pemerintah Buka Akses Kapal Langsa–Lhokseumawe–Banda Aceh pada 2 Desember 2025, Pendaftaran Gratis

Masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini dapat melakukan pendaftaran secara gratis di Kantor KSOP masing-masing pelabuhan. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
Pemerintah Aceh membuka akses transportasi laut untuk rute Langsa–Lhokseumawe–Banda Aceh pada Selasa (2/12/2025) menggunakan kapal cepat Express Bahari. 

Sebelumnya, rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, dengan menyewa boat nelayan, dari Banda Aceh, bertambah dari empat orang menjadi 9 orang.

“Alhamdulillah, awak Telkom diba perangkat u Aceh Timur dalam kapal yang kamoe sewa Bang (petugas Telkom membawa perangkat komunikasi ke Aceh Timur dengan kapal yang kami sewa),” tulis Peru, warga Matang Seulimeng Langsa yang ikut dalam rombongan itu. 

Peru mengatakan, boat yang membawa mereka bertolak dari dermaga nelayan di Uleelheue pada Senin (1/12/2025) sekira pukul 13.00 WIB. 

Bustami Husen (36), warga Gampong Jawa yang juga ikut dalam rombongan itu menambahkan, mereka juga membawa sejumlah bantuan logistik yang dikirim oleh beberapa warga asal Langsa di Banda Aceh, kepada keluarga mereka di Langsa

“Ada juga mahasiswa yang minta ikut pulang bersama kami,” ujar Bustami. 

Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu.

NAIK BOAT KE LANGSA - Empat warga Kota Langsa memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh. Foto direkam di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam. Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu.
NAIK BOAT KE LANGSA - Empat warga Kota Langsa memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh. Foto direkam di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam. Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu. (Serambinews.com/Zainal Arifin M Nur)

Sebelumnya, keempat warga Langsa yang menyewa kapal sudah 3 hari terkatung-katung di Banda Aceh, setelah akses pulang ke Langsa terputus total.

Mereka sempat mencoba pulang melalui jalan darat, namun perjalanan mereka terhenti sesampai di Kutablang Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total.

Keempat warga Langsa itu adalah Peru (40) warga Matang Seulimeng, Bustami Husen (36), warga Gampong Jawa, Diki Fernando (39), warga Birem Puntong, Muhammad Mirza (48), warga Gampong Blang.

Jalur laut yang mahal terpaksa mereka tempuh setelah gagal mencoba melalui jalur darat.

"Kami berangkat dari Banda Aceh pada Rabu (26/11/2025) siang. Saat tiba di kawasan Luengputu Pidie Jaya air mengenangi jalan," ungkap Peru, kepada Serambinews.com, di Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).

"Sampai di Meureudu jembatan putus sehingga kami dialihkan melalui jalan kampung, sampai ke Ulim kami dialihkan lagi ke jalan Nasional Banda Aceh - Medan," lanjutnya.

"Perjalanan kami benar-benar terhenti sesampai di Kutablang Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total," kata dia.

Rencananya, mereka akan berangkat dari Uleelheue Banda Aceh pada, Senin (1/12/2025) pagi ini.

"Untuk kawan-kawan yang mau ikut berangkat jalur laut Banda Aceh-Langsa, tolong Kirimkan foto KTP, japri ke saya (Bustami/085270001040). Jadwal besok pagi (Senin hari ini). Jam saya konfirmasi kembali. KUota terbatas dengan biaya Rp 1,2 juta per oang. Perjalanan kurang lebih 15 jam," kata Bustami.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved