Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Mualem Ingatkan Masyarakat dan Pelaku Usaha di Aceh: Jangan Cari Untung di Air Keruh

Mualem juga menyoroti peran ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan berbagai supermarket di Aceh

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Subur Dani
Serambinews.com/Rianza Alfandi
TIDAK MANFAATKAN BANCANA – Mualem mengingatkan seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk meraih keuntungan berlebihan. Hal ini disampaikan Mualem pada Jumat (5/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh Mualem mengingatkan seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk meraih keuntungan berlebihan
  • Gubernur mengultimatum, harga kebutuhan pokok harus tetap stabil dan tidak boleh ada pihak yang mengambil kesempatan di tengah kondisi sensitif saat ini
  • Mualem menginstruksikan Satpol PP serta aparat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pemantauan ketat di lapangan

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengingatkan seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk meraih keuntungan berlebihan.

Baca juga: Gas LPG Mulai Didistribusikan, Gubernur Aceh Mualem  Minta APH Tindak Tegas Oknum Nakal

Ia menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok harus tetap stabil dan tidak boleh ada pihak yang mengambil kesempatan di tengah kondisi sensitif saat ini. 

Baca juga: BREAKINGNEWS - Korban Banjir Meninggal Bertambah di Aceh Utara, Luka-Luka Melonjak Jadi 430 Orang

“Sudah saya tegaskan, harga sembako supaya normal. Jangan mengambil kesempatan di air keruh,” kata Mualem, kepada wartawan di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/12/2025) malam.

Baca juga: Mualem Marah, Bupati Aceh Selatan Paksa Berangkat Umrah di Tengah Bencana

Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, Mualem menginstruksikan Satpol PP serta aparat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pemantauan ketat di lapangan.

Mualem menyebutkan bahwa seluruh aktivitas distribusi dan penjualan akan dikawal. 

Baca juga: Kabar Bupati Aceh Selatan Umrah Viral, Mualem Akan Beri Teguran Keras Jika Terbukti

“Sudah saya perintahkan Satpol PP dan polisi Disperindag. Semua dikawal supaya pedagang tidak ambil kesempatan,” ujarnya.

Baca juga: Mualem Tinjau Distribusi Logistik Pasca Banjir di Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara

Mualem juga menyoroti peran ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan berbagai supermarket di Aceh.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi apabila ditemukan praktik penjualan barang di luar kewajaran.

Baca juga: VIDEO - Mualem Terobos Aceh Tamiang di Tengah Malam Gelap, Antar Bantuan untuk Korban Banjir

“Kepada Alfamart, Indomaret dan juga Supermarket jika mereka terbukti mengambil kesempatan menjual barang yang seenaknya saja, nanti kita akan ambil tindakan. Minimal kita tidak perpanjang izin mereka,” tegasnya. 

Baca juga: Haji Uma Saksikan Desa Gedumbak Aceh Utara Porak-Poranda, Dipenuhi Tumpukan Kayu, 350 Rumah Hancur

Menurut Mualem, langkah ini penting dilakukan untuk menjaga keadilan bagi konsumen dan masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor. 

Baca juga: Demi Beli LPG, Ribuan Warga Rela Antre dari Subuh di Pasar Tani Banda Aceh

Selain persoalan sembako, Mualem juga mengungkap adanya praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya pada kendaraan roda dua.

Di mana, banyaknya antrean panjang di SPBU belakangan ini ternyata berujung pada praktik penjualan kembali BBM.

Baca juga: Bantuan Darurat Mulai Mendarat di Bandara Malikussaleh, Mualem Pantau Suplai Logistik

Pemerintah Aceh, lanjut Mualem, akan terus memperketat pengawasan serta menindak tegas setiap pelanggaran.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan tidak serakah di tengah bencana seperti ini.  

“Kita tahu bahwa BBM kita kurang, jadi kita lihat di SPBU antrian yang banyak motor dengan catatan mereka isi minyak kemudian jual. Diisi di botol di jual sampai Rp30 ribu, ini harus dicegah betul-betul. Kalau ada orang yang jual di jalan itu sapu aja atau dijual mencari banyak untung,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved