Banjir Landa Aceh
Aceh Terima Bantuan Luar Negeri, Gubernur Mualem: Mereka Tolong Kita, Kok Dipersulit? Kan Bodoh
Menurutnya, bantuan luar justru sangat penting untuk mempercepat penanganan warga terdampak bencana.
"Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja," ujarnya.
Baca juga: Kondisi Tangan Terpasang Infus, Kapolda Aceh Tetap Kerja Prioritaskan Percepatan Penanganan Banjir
Menurut Mualem, tim pendeteksi mayat tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi mereka seperti Lemanga Swadaya Masyarakat (LSM).
"Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir. Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang ke mari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM," tuturnya.
Saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, Mualem menyampaikan beberapa kebutuhan paling mendesak yang harus segera diintervensi oleh pemerintah pusat.
"Paling urgent sekarang adalah masalah kesehatan. Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi," kata dia.
Selain itu, pengungsi juga sangat membutuhkan pakaian. Sebab, pakaian mereka saat ini hanya yang tersisa di badan.
"Semua terbawa lumpur, begitu pula dengan alat ibadah. Terakhir, pasokan gas 3 kilogram sangat mendesak untuk kebutuhan memasak di dapur umum,” ucapnya.
Baca juga: Kepala BNPB: Sejumlah Fasilitas Kesehatan Sudah Beroperasi di Aceh Pascabencana Banjir Bandang
Gubernur Mualem juga menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai gejolak harga kebutuhan pokok yang terjadi di tengah bencana.
Mualem menegaskan komitmen Pemerintah Aceh menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
“Kepada Bapak Mendagri, saya sampaikan bahwa ini saya lihat harga sembako naik sesuka hati. Telur satu papan bisa mencapai Rp 100.000. Saya sudah memberikan tamparan keras kepada Indomaret, Alfamart, dan pedagang lainnya, bahwa jika terbukti ada penimbunan atau penentuan harga yang tidak wajar, saya akan copot izin mereka,” kata Mualem.
Baca juga: Banjir Rusak 212 Dayah di Aceh Utara, Aktivitas Pengajian Belum Normal
Baca juga: Warga Padang Sikabu Abdya Salurkan 6,2 Ton Bantuan untuk Korban Banjir di Gayo Lues
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUALEM-20251206.jpg)