Banjir Landa Aceh
Terobos Medan Ekstrem, USK Terjunkan Relawan, Medis hingga Pecinta Alam Jangkau Korban Banjir
“Mereka menempuh lebih dari 80 kilometer rute ekstrim, melintasi empat titik longsor, jembatan putus, serta jalur licin di bawah hujan dan...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Senin (8/12/2025), Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satgas Respons Senyar mengirimkan ratusan relawan untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di Aceh.
- Total sekitar 300 relawan diturunkan.
- 100 tenaga medis bertugas di fasilitas kesehatan di Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
- 120 relawan lainnya fokus pada distribusi logistik, assessment lapangan, dapur umum, dan media.
- Tim Pecinta Alam UKM-PA Leuser berhasil membuka akses dan evakuasi di zona sulit.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satgas Respons Senyar telah menerjunkan ratusan relawannya untuk menembus rute-rute darurat lokasi bencana yang ada di Aceh.
Relawan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, peneliti, tenaga medis, relawan pecinta alam, organisasi kemahasiswaan, hingga jejaring mitra nasional ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua Satgas Senyar USK, Prof Dr Syamsidik, Senin (8/12/2025) mengatakan, respons ini bukan sekadar rangkaian tugas, tetapi wujud komitmen USK untuk hadir ketika Aceh membutuhkan.
Karena USK memahami, setiap langkah penanganan bencana ini sangatlah berarti bagi masyarakat yang terdampak bencana khususnya yang berada pada titik lokasi sulit terjangkau.
“Selama sepekan, Satgas USK menempuh rute-rute darurat, menata kembali layanan kesehatan, membuka akses bagi wilayah yang terisolasi, mendistribusikan logistik, menyiapkan air bersih, serta memperkuat komunikasi publik,” ucapnya.
Syamsidik mengungkapkan, selama satu pekan pertama USK sudah mengirimkan sekitar 300 relawan untuk terlibat dalam aksi kemanusiaann ini.
Lalu ada sekitar 100 tenaga medis yang sudah bertugas pada berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, hingga Aceh Tamiang.
Selain itu, ada 120 relawan USK lainnya yang berperan dalam distribusi logistik, assessment lapangan, dapur umum dan media.
Seperti Tim Pecinta Alam dari UKM-PA Leuser yang berhasil menjalankan operasi pembukaan akses dan evakuasi di zona sulit.
Tim Mapala Leuser USK ini berhasil menjadi Tim relawan pertama yang datang di Desa Bergang, Kecamatan Ketol, Aceh tengah.
Baca juga: Bantah Klaim Bahlil Soal Kondisi Listrik Capai 93 Persen, Pemerintah Aceh: Masyarakat Kecewa
Selama lebih dari tujuh hari, desa ini dan dua desa sekitarnya tidak pernah menerima bantuan apapun akibat terisolasi total.
Helikopter yang melintas tak dapat mendarat, sementara jalur darat penuh longsor dan jembatan-jembatan putus.
“Mereka menempuh lebih dari 80 kilometer rute ekstrim, melintasi empat titik longsor, jembatan putus, serta jalur licin di bawah hujan dan gelap malam. Semua ini untuk memastikan bahwa 551 warga Bergang termasuk puluhan bayi, balita, ibu hamil, dan para lansia tidak ditinggal,” ucapnya.
Rektor USK, Prof Dr IrMarwan sangat mengapresiasi dedikasi sejumlah relawan USK ini.
Rektor juga terus memantau dan melakukan koordinasi dengan Tim Satgas Bencana USK agar mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat yang terdampak.(*)
universitas syiah kuala (usk)
pecinta alam
banjir
Serambinews.com
Serambinews
Serambi Indonesia
Banda Aceh
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-relawan-dan-tim-medis-USK-saat-memberikan-pelayanan-kesehatan-untuk-warga.jpg)