Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Lahan Sawah Aceh Terdampak Banjir 89.582 Ha, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 1 Triliun

Kondisi lumpur tebal yang menutupi ribuan hektare sawah ini menyebabkan kerugian parah, bahkan hampir seluruh tanaman yang terdampak mengalami puso

Tayang:
Editor: Subur Dani
Serambinews.com
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP 
Ringkasan Berita:
  • Sektor pertanian di Aceh mengalami dampak kerugian yang sangat besar akibat bencana banjir bandang yang melanda di sejumlah kabupaten/kota akhir November lalu
  • Kerusakan terparah terjadi pada komoditas padi sawah, dengan total lahan terdampak mencapai 89.582 hektare (ha)
  • Dari 89.582 ha yang terkena, yang masih bisa ditanami padi itu 62.517 ha. Sementara itu, yang tidak bisa ditanami padi lagi ada 27.065 ha karena tertutup lumpur

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sektor pertanian di Aceh mengalami dampak kerugian yang sangat besar akibat bencana banjir bandang yang melanda di sejumlah kabupaten/kota akhir November lalu. 

Kerusakan terparah terjadi pada komoditas padi sawah, dengan total lahan terdampak mencapai 89.582 hektare (ha).

Baca juga: Banjir Bandang Porak-poranda Pertanian Bireuen, 2.014 Ha Sawah tertimbun

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, dalam wawancaranya dengan Serambi, Selasa (9/12/2025) mengungkapkan bahwa total luas baku sawah di Aceh adalah 202.811 ha. Dari lahan yang terdampak banjir, hanya sebagian yang masih dapat diselamatkan.

”Dari 89.582 ha yang terkena, yang masih bisa ditanami padi itu 62.517 ha. Sementara itu, yang tidak bisa ditanami padi lagi ada 27.065 ha karena tertutup lumpur. Tidak ada lagi bantaran sawah sampai ketinggian 1 sampai 1,5 meter,” jelas Cut Huzaimah.

Kondisi lumpur tebal yang menutupi ribuan hektare sawah ini menyebabkan kerugian parah, bahkan hampir seluruh tanaman yang terdampak mengalami puso.

Baca juga: Aceh Utara Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir, Ayahwa Ajak Kerja Sama Semua Pihak

“Banjir kali ini memang puso semua yang ditanam karena dia diiringin oleh lumpur. Biasanya, bencana banjir itu airnya surut, kalau padi tergenang tiga hari itu tidak ada masalah. Kalau ini memang puso dan tidak mungkin diselamatkan lagi,” tegasnya.

Estimasi kerugian sementara khusus untuk sawah sudah mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp 1 triliun.

Baca juga: Mualem Perpanjang Status Darurat Bencana Aceh Dua Pekan ke Depan

“Estimasi kerugian untuk sawah sudah sampai 1 triliun lebih, 1 triliun 164 miliar,” kata Cut Huzaimah. Ia menambahkan bahwa banyak petani yang seharusnya sudah panen, namun gagal akibat curah hujan deras dan banjir.

Baca juga: VIDEO - 13 Hari Pascabencana, Lumpur Tebal Masih Timbun Rumah Warga Pidie Jaya 

Selain sawah, beberapa komoditas lainnya juga terdampak, meliputi jagung: 767 ha di empat kabupaten, hortikultura (cabai, bawang, kentang) 1.009 ha di 11 kabupaten/kota. Sementara untuk Perkebunan (Kakao, Kelapa, Kopi) sebanyak 13.023 ha.

Total lahan pertanian dan perkebunan yang diekspos ke Posko Tanggap Darurat mencapai 14.799 ha (gabungan jagung dan komoditi lain). 

Cut Huzaimah mengingatkan bahwa data kerugian ini belum final dan akan terus bergerak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved