Banjir Landa Aceh
194 Ribu Pelanggan di Aceh Belum Bisa Nikmati Listrik, ESDM Perkuat PLTD Lueng Bata Banda Aceh
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata tahap pertama berkapasitas 5 MW telah berhasil disinkronkan ke jaringan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
194 Ribu Pelanggan di Aceh Belum Bisa Nikmati Listrik, ESDM Perkuat PLTD Lueng Bata Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa hingga Minggu (14/12/2025), sebanyak 194.079 pelanggan di Provinsi Aceh masih belum dapat menikmati aliran listrik pascabencana yang melanda sejumlah wilayah.
Kondisi ini terjadi akibat kerusakan parah infrastruktur kelistrikan serta medan lumpur ekstrem hingga 1,5 meter yang menghambat proses pemulihan jaringan.
Dari total 970.954 pelanggan terdampak, Tim ESDM Siaga Bencana bersama PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan pasokan listrik kepada 776.875 pelanggan.
Berdasarkan data lapangan, sebanyak 5.938 desa telah kembali berlistrik, namun masih terdapat 562 desa yang belum tersambung jaringan listrik.
Baca juga: UPDATE Listrik di Aceh, 2 Tower Darurat Brandan-Langsa Hampir Rampung, Begini Tahap Selanjutnya
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pemulihan di wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah.
Kabupaten dengan jumlah desa belum berlistrik terbanyak berada di Aceh Tengah sebanyak 151 desa, disusul Bener Meriah 141 desa, dan Aceh Tamiang 99 desa.
Menurut Rudy, perbaikan jaringan menghadapi tantangan teknis serius, terutama pada menara transmisi utama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sigli-Bireuen.
"Meski menara darurat (Emergency Repair System) sudah didirikan menggantikan Tower 340 yang roboh, proses penarikan kabel konduktor terhambat oleh genangan lumpur pekat," jelasnya di Jakarta, Minggu (14/12/2025).
Rudy menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas karena kondisi yang berisiko tinggi.
"Petugas harus berenang dan berjalan kaki menembus lumpur sedalam 1 hingga 1,5 meter untuk menarik kabel agar tidak terpuntir,”
“Selain itu ada bahaya menghadapi risiko kesehatan, seperti bangkai hewan. Meski demikian, kami terus lakukan demi mengejar sinkronisasi sistem kelistrikan Aceh," jelasnya.
Di sisi pembangkitan, upaya menambal defisit daya berjalan paralel.
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata tahap pertama berkapasitas 5 MW telah berhasil disinkronkan ke jaringan.
Tim teknis kini mengejar penyelesaian tahap kedua sebesar 5 MW serta pemasangan mesin di PLTD Krueng Raya berkapasitas 15 MW yang materialnya baru tiba di pelabuhan.
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/194-Ribu-Pelanggan-di-Aceh-Belum-Bisa-Nikmati-Listrik-ESDM-Perkuat-PLTD-Lueng-Bata-Banda-Aceh.jpg)