Rabu, 15 April 2026

Banjir Landa Aceh

Kisah Keluarga di Aceh Timur, Terjebak Banjir Bandang dan Bertahan Hidup dengan Makanan Hanyut

"Saat itu saya hanya berpikir bagaiamana anak-anak dan istri saya harus tetap hidup, saya melihat ada kerupuk-kerupuk hanyut bersamaan dengan...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/ Maulidi Alfata
Jahidin warga Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, ia merupakan korban banjir bandang yang bertahan hidup selama tiga hari-tiga malam, Senin (15/12/2025). 

 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Banjir bandang yang menerjang Aceh, menjadi mimpi buruk untuk Jahidin dan keluarganya.

Warga Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, menjadi korban banjir bersama keluarga kecilnya.

Banjir yang menerjang Aceh Timur pada Rabu 26 November juga merusak rumah Jahidin, salah satu rumah dari ratusan rumah warga lainnya di Sijudo. 

Jahidin bersama istri dan kedua putrinya yang berusia 2 tahun dan 6 tahun, bertahan hidup di tengah gempuran banjir bandang yang mencapai 8 meter, dengan mengandalkan makanan yang hanyut.

"Saat itu saya hanya berpikir bagaiamana anak-anak dan istri saya harus tetap hidup, saya melihat ada kerupuk-kerupuk hanyut bersamaan dengan banjir dan saya pungut untuk kasih ke anak saya yang penting mereka tidak lapar," ujar Jahidin sambil meneteskan air mata.

Ia terjebak di perbukitan selama tiga hari tiga malam, tanpa bekal makanan dan logistik lain.

Hendak mencari pertolongan pun tidak bisa, lantaran air belum bisa surut.

Namun, yang sangat menyedihkan ia meminum air banjir untuk bertahan hidup.

Semua makanan yang hanyut asalkan bisa dimakan, ia pungut untuk dikasih kepada dua buah hatinya yang masih kecil.

"Saya dan orang tua lainnya di sini menahan diri untuk tidak makan, agar makanan yang hanyut itu bisa kita kasih ke anak-anak kita, kalau ada lebih nanti baru kita makan," tuturnya.

Nekat Terobos Banjir

Ia menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya dan dua putri kecilnya sedang sakit demam.

Usai banjir surut pada hari keempat, ia bahkan harus menempuh perjalanan dari Sijudo Aceh Timur ke Lubok Pusaka Aceh Utara yang dipisahkan oleh sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved