Banjir Landa Aceh
Kisah Keluarga di Aceh Timur, Terjebak Banjir Bandang dan Bertahan Hidup dengan Makanan Hanyut
"Saat itu saya hanya berpikir bagaiamana anak-anak dan istri saya harus tetap hidup, saya melihat ada kerupuk-kerupuk hanyut bersamaan dengan...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Banjir bandang yang menerjang Aceh, menjadi mimpi buruk untuk Jahidin dan keluarganya.
Warga Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, menjadi korban banjir bersama keluarga kecilnya.
Banjir yang menerjang Aceh Timur pada Rabu 26 November juga merusak rumah Jahidin, salah satu rumah dari ratusan rumah warga lainnya di Sijudo.
Jahidin bersama istri dan kedua putrinya yang berusia 2 tahun dan 6 tahun, bertahan hidup di tengah gempuran banjir bandang yang mencapai 8 meter, dengan mengandalkan makanan yang hanyut.
"Saat itu saya hanya berpikir bagaiamana anak-anak dan istri saya harus tetap hidup, saya melihat ada kerupuk-kerupuk hanyut bersamaan dengan banjir dan saya pungut untuk kasih ke anak saya yang penting mereka tidak lapar," ujar Jahidin sambil meneteskan air mata.
Ia terjebak di perbukitan selama tiga hari tiga malam, tanpa bekal makanan dan logistik lain.
Hendak mencari pertolongan pun tidak bisa, lantaran air belum bisa surut.
Namun, yang sangat menyedihkan ia meminum air banjir untuk bertahan hidup.
Semua makanan yang hanyut asalkan bisa dimakan, ia pungut untuk dikasih kepada dua buah hatinya yang masih kecil.
"Saya dan orang tua lainnya di sini menahan diri untuk tidak makan, agar makanan yang hanyut itu bisa kita kasih ke anak-anak kita, kalau ada lebih nanti baru kita makan," tuturnya.
Nekat Terobos Banjir
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya dan dua putri kecilnya sedang sakit demam.
Usai banjir surut pada hari keempat, ia bahkan harus menempuh perjalanan dari Sijudo Aceh Timur ke Lubok Pusaka Aceh Utara yang dipisahkan oleh sungai.
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ia-merupakan-korban-banjir-bandang-yang-bertahan-hidup-selama-tiga-hari-tiga-malam.jpg)