Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Massa di Tangse Buru Penambang Emas Ilegal, WALHI Aceh Angkat Bicara

"Kegiatan itu dinilai WALHI Aceh telah tepat dan perlu dicontoh daerah lain di Aceh. Sebab, warga bergerak lebih cepat dibandingkan dengan penegak...

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
ist
MASSA DI TANGSE : Kadiv Advokasi dan Kampanye WALHI Aceh, Afifuddin Acal. WALHI Aceh menilai tindakan masyarakat Tangse sudah tepat, untuk mencegah banjir ekologi menerjang perkampungan warga. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI Aceh mengapresiasi massa di Kecamatan Tangse, Pidie, melakukan aksi memburu beko yang beraktivitas menambang emas ilegal di kawasan pegunungan Krueng Inong Tangse. 

"Kegiatan itu dinilai WALHI Aceh telah tepat dan perlu dicontoh daerah lain di Aceh. Sebab, warga bergerak lebih cepat dibandingkan dengan penegak hukum," kata Kadiv Advokasi dan Kampanye WALHI Aceh, Afifuddin Acal, kepada Serambinews.com, Senin (29/12/2025).

Dikatakan, ia mengapresiasi kepada warga yang telah bersikap tegas.

Karena, sudah saatnya masyarakat yang nantinya akan berdampak langsung merasakan banjir akibat aktivitas tambang ilegal. 

Menurutnya, sikap-sikap dilakukan warga Tangse, tentunya harus tetap dijaga.

Tak hanya itu, harus dicontoh oleh daerah lain "mengejar pelaku Pertambangan Tanpa Izin (PETI) tersebut".

Sebab, kata Afifuddin, di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Pidie dan Aceh justru perangkat gampong telah terlibat melakukan PETI.

Ia menjelaskan, aksi warga Tangse, tentunya menjadi pukulan berat kepada penegak hukum.

Seharusnya penegak hukum harus didepan memberantas pelaku PETI.

Sebab, penegak hukum digaji dengan pajak masyarakat yang dibayar kepada negara. 

"Saya kira, aksi masyarakat itu menjadi pukulan telak kepada polisi yang tidak mengetahui atau pun tidak melakukannya. Aksi warga itu menjadi pelajaran besar bagi penegak hukum. Apalagi memiliki alat untuk mendeteksi lokasi tambang emas ilegal untuk melindungan masyarakat," ujarnya. 

Kata Afifuddin, WALHI Aceh telah empat tahun tidak turun ke lapangan memantau aktivitas PETI.

WALHI lebih dominan memantau melalui PETA satelit.

Termasuk Tangse dan Geumpang tidak pernah dipantau sejak empat tahun terakhir ini. 

Baca juga: Warga Tangse Buru Penambang Ilegal, Sisir Kawasan Pegunungan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved