Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Banjir Landa Aceh

Jembatan Bailey Darurat di Panton Nisam Rampung, Akses Warga Kembali Terhubung

Keberadaan jembatan ini menjadi solusi sementara yang vital bagi masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa/Puspen TNI
JEMBATAN BAILEY - Jembatan Bailey darurat di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara yang kini rampung 100 persen sehingga bisa menghubungkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir. Foto TNI melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengerahkan personel untuk membangun empat jembatan Bailey di Kabupaten Solok, Pasaman Barat dan Padang Pariaman di Sumatera Barat. Rabu, (10 Desember 2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan jembatan darurat Bailey di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali menghubungkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025.
  • Jembatan Bailey yang berlokasi di Jalan Cot Poto, Desa Panton, Kecamatan Nisam tersebut selesai dibangun pada Jumat (2/1/2026).
  • Keberadaan jembatan ini menjadi solusi sementara yang vital bagi masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus dikebut. 

Salah satunya adalah pembangunan jembatan darurat Bailey di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali menghubungkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025.

Jembatan Bailey yang berlokasi di Jalan Cot Poto, Desa Panton, Kecamatan Nisam tersebut selesai dibangun pada Jumat (2/1/2026).

Keberadaan jembatan ini menjadi solusi sementara yang vital bagi masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jembatan Bailey merupakan jembatan rangka baja modular yang dapat dirakit dengan cepat tanpa menggunakan alat berat.

Awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer, jembatan ini kini banyak dimanfaatkan sebagai jembatan darurat maupun sementara di sektor sipil, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Baca juga: Haji Uma Cek Jembatan Bailey Teupin Mane, Minta Semua Pihak Sinergi dan Tak Berspekulasi soal Baut

Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Zeni Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Proyek ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Jembatan Bailey yang dibangun bertipe 1-1 dengan panjang total 39 meter atau terdiri dari 13 petak. Konstruksi jembatan menggunakan material dari Yonzikon 13 dan Yonzikon 14, dengan daya dukung beban hingga 10 ton, sehingga aman dilalui kendaraan operasional maupun kendaraan masyarakat sesuai ketentuan.

Proses pembangunan melibatkan 25 personel Yonzipur 4 dan 14 personel Denzipur 3, serta didampingi oleh Koramil 23/Nisam.

Babinsa setempat juga berperan aktif dalam pengamanan, pengawasan, dan membantu kelancaran pekerjaan melalui komunikasi intensif dengan masyarakat sekitar.

“Para Babinsa turut berperan dalam pengamanan, pengawasan, serta membantu kelancaran pekerjaan di lapangan melalui komunikasi aktif dengan masyarakat sekitar,” demikian dikutip dari TNI.mil.id, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga: Jembatan Bailey di Beutong Ateuh Nagan Dipacu, Target Jumat Ini Bisa Dilintasi

Jembatan Bailey darurat ini menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah di Kecamatan Nisam.

Akses tersebut menjadi jalur utama bagi mobilitas harian warga, distribusi logistik, kegiatan pendidikan, serta menunjang roda perekonomian masyarakat setempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved