Banjir Landa Aceh
Pidie Jaya Masih Berkubang Lumpur
Awalnya jalan itu tidak terendam. Tapi, setelah dibersihkan lumpur, kini jalan tersebut justru terendam. Rauzatul Jannah
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Pidie Jaya masih berkubang pascabanjir bandang hampir dua bulan
- Pemkab Pidie Jaya dibantu Polri dan TNI hingga relawan terus berjibaku membersihkan tanah lumpur di badan jalan
- Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi kepada Serambi, menyebutkan, badan jalan jalan masih berlumpur karena faktor alam, yang kini masih turun hujan. Sehingga air masih merendam badan jalan
Awalnya jalan itu tidak terendam. Tapi, setelah dibersihkan lumpur, kini jalan tersebut justru terendam. Rauzatul Jannah, warga Gampong Meunasah Bie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Kabupaten Pidie Jaya masih berkubang pascabanjir bandang hampir dua bulan. Kubangan terjadi dampak lumpur yang merendam badan jalan gampong akibat hujan masih turun. Pemkab Pidie Jaya dibantu Polri dan TNI hingga relawan terus berjibaku membersihkan tanah lumpur di badan jalan.
Pantauan Serambi, Selasa (13/1/2026), menemukan ruas jalan di Gampong Blang Cut, Dayah Kruet, Beuringin, Pante Beureune, Meunasah Mancang, Dayah Husen, dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua masih tergenang lumpur.
Gundukan tanah di pinggir jalan sehingga saat hujan turun memenuhi badan jalan. Lumpur menumpuk di sebagian badan jalan belum dipindah, untuk menghalangi luapan air sungai. Selain itu, di Gampong Beurawang, Meunasah Lhok, Mesjid Tuha, Kecamatan Meuredu, juga masih terendam lumpur.
Zulfahmi Akbar kepada Serambi, Selasa (13/1/2026), mengatakan, saat ini ruas jalan di Gampong Blang Cut berubah menjadi alur sungai baru dampak banjir bandang. Sehingga jalan yang berlumpur sangat terganggu bagi warga yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.
Menurutnya, jalan yang masih berlumpur sering digunakan anak-anak untuk bermain. Meski anak-anak rawan terkena penyakit kulit. "Memang, selama ini, pemerintah sudah membersihkan jalan berlumpur. Tapi, saat diguyur hujan, lumpur di pinggir jalan turun kembali memenuhi ruas jalan," ujarnya.
Rauzatul Jannah (35) warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, kepada Serambi, Selasa (13/1/2026), mengungkapkan, sekitar 300 meter jalan dari Meunasah Bie menghubungkan Lhok Sandeng masih terendam air.
Sehingga tujuh gampong di Kecamatan Meurah Dua tidak bisa melintas, karena kendaraan tidak bisa menerobos genangan air 300 meter. Tujuh gampong tersebut adalah Sarah Mane, Lhok Sandeng, Sunong, Lancok, Munasah Kulam, Meunasah Teungoh, dan Meunasah Genteng.
"Awalnya jalan itu tidak terendam. Tapi, setelah dibersihkan lumpur, kini jalan tersebut justru terendam. Sebab, pada kiri kanan jalan masih dipenuhi gundukan tanah lumpur sekitar tiga meter," jelasnya.
Ia menambahkan, akibat 300 meter jalan terendam air, warga tujuh gampong di Meurah Dua harus memutar 8 Km saat menuju ke pusat kota Kabupaten Pidie Jaya. (naz)
Badan Jalan Terendam
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi kepada Serambi, menyebutkan, badan jalan jalan masih berlumpur karena faktor alam, yang kini masih turun hujan. Sehingga air masih merendam badan jalan.
Menurutnya, ruas jalan di Kecamatan Meurah Dua sudah dibersihkan, tapi curah hujan tinggi menyebabkan badan jalan terus tergenang. Seperti di Meunasah Bie yang sudah dibersihkan, tapi kini terendam lagi badan jalan.
" Pembersihan lumpur terkendala karena alat berat tidak bisa membersihkan ke depan karena tenggelam dalam lumpur," jelasnya.
Selain itu, kata Sibral Malasyi, saat ini Krueng Meureudu belum dilakukan normalisasi dengan pembersihan lumpur. Sehingga jika curah hujan tinggi Krueng Meureudue bisa meluap. Makanya, gundukan tanah di pinggir jalan belum dibersihkan, untuk menahan luapan Krueng Meureudue.(naz)
Banjir Landa Aceh
Pidie Jaya Masih Berkubang Lumpur
Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Banjir dan Longsor di Aceh
Lumpur Genangan
Pembersihan Lumpur
Bersihkan Lumpur Manual
Terkapar Penuh Lumpur
ASN bersihkan lumpur banjir
Bersihkan Lumpur
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rumah-Nasruddin-di-Kabupaten-Pidie-Jaya-masih-tertimbun-lumpur-tebal-bekas-banjir-bandang.jpg)