Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Tengah

Miris! 50 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir  

Sebanyak 24 desa di Aceh Tengah masih terisolir hingga 50 hari pascabencana banjir bandang dan longsor.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Alga Mahate Ara
WARGA MENYEBERANGI SUNGAI - Warga menyeberangi sungai sambil mengangkut hasil panen di Berawang Gajah, Ketol, Aceh Tengah menggunakan tali sling, Minggu (11/1/2026). Mereka mendesak agar jembatan segera dibangun kembali dan pasokan listrik dipulihkan, sehingga kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat Ketol dapat kembali berjalan normal. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 24 desa di Aceh Tengah masih terisolir hingga 50 hari pascabencana banjir bandang dan longsor.
  • Total 10.914 jiwa terdampak, dengan akses jalan dan jembatan banyak yang putus sehingga kendaraan sulit melintas.
  • Pemerintah terus berupaya membuka jalur darat sementara dan memperbaiki infrastruktur agar akses segera pulih.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah tercatat masih terisolir hingga 50 hari pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu.

Sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, tercatat wilayah yang masih terisolir tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Kecamatan Linge.

"Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” kata Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Kamis (15/1/2026).

Di Kecamatan Bintang, beber dia, satu desa yang masih terisolir adalah Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. 

Akses menuju desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.

Selanjutnya, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolir terbanyak. 

Baca juga: Masih Ada Desa Terisolir, Pemerintah Aceh Pacu Distribusi Logistik via Udara

Desa-desa yang terdampak meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, dengan total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa.

Keterisolasian di wilayah ini juga disebabkan karena terputusnya jembatan serta longsor yang menutup badan jalan.

“Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua seperti Desa Serempah dan Bah, namun akses roda empat masih belum dapat melintas,” ujarnya.

Di Kecamatan Silih Nara, Murthalamuddin menyebutkan, terdapat dua desa yang masih terisolir.

Yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa.

"Akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat dilalui, baik menggunakan roda dua maupun empat akibat putusnya jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit," sebutnya.

Baca juga: Haji Uma Terobos Jalan Berlumpur Untuk Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir di Aceh Timur 

Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang masih terisolir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved