Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

54 Hari Pascabencana, 91.962 Ribu Warga Aceh Masih Bertahan di Pengungsian

Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/m anshar
KERUSAKAN DI BABO - Kerusakan parah dialami penduduk Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka setelah banjir bandang menghantam kawasan itu akhir November 2025 lalu. Desa ini merupakan daerah pedalaman di Aceh Tamiang dengan jarak tempuh 3 jam lebih dari pusat kota Kualasimpang. Foto direkam Rabu (31/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa warga Aceh hingga hari ini, Senin (19/1/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah 54 hari dilanda bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. 

Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana. 

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan seluruh unsur pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan upaya penanganan di lapangan. 

Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: 128 Huntara Mulai Dibangun untuk Pengungsi di Beutong Ateuh Nagan, Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Mengacu pada Data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.

Disusul Kabupaten Gayo Lues dengan 18.944 jiwa atau 5.571 KK di 7 titik, dan Pidie Jaya sebanyak 14.794 jiwa atau 4.037 KK yang tersebar di 38 titik pengungsian.

Titik pengungsian

Sementara itu, Aceh Tamiang melaporkan 6.052 jiwa atau 707 KK pengungsi yang tersebar di 513 titik, disusul Aceh Tengah dengan 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik, serta Bireuen sebanyak 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik pengungsian.

Baca juga: Pengungsi di Aceh Timur Terima Water Purifier, Bupati Pastikan Layanan Air Bersih ke Titik Terdampak

Wilayah lain yang masih mencatat pengungsian antara lain Aceh Timur dengan 3.862 jiwa (1.056 KK) di 53 titik, Nagan Raya sebanyak 2.472 jiwa (817 KK) di enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa yang tersebar di 39 titik pengungsian. 

Adapun Kabupaten Pidie melaporkan 137 jiwa (30 KK) di dua titik, dan Kota Lhokseumawe sebanyak 119 jiwa (37 KK).

Dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana, tujuh daerah dilaporkan tidak lagi memiliki titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.

“Secara keseluruhan, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang dilaporkan hilang,” pungkasnya.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rekor Tertinggi Hari Ini, 19 Januari 2026 Dijual Segini Per Mayam

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved