Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Safrizal Pimpin Posko Rehab-Rekon Aceh

Safrizal ZA, ditunjuk sebagai pimpinan tim wilayah Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20260120 

Ringkasan Berita:
  • Safrizal ZA, ditunjuk sebagai pimpinan tim wilayah Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana di Aceh
  • Sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa warga Aceh hingga hari Senin (19/1/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah 54 hari dilanda bencana banjir dan tanah longsor
  • Satu korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh kembali ditemukan. Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia di Aceh menjadi 561 orang. 

Kami siap memperkuat fungsi posko agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Safrizal ZA, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, ditunjuk sebagai pimpinan tim wilayah Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana di Aceh. Penugasan ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kamis (15/1/2026).

Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan dampak, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga progres rehabilitasi infrastruktur dan layanan pemerintahan. Mendagri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta kementerian dan lembaga terkait agar program pemulihan berjalan terarah dan tepat sasaran.

Posko rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi salah satu fokus utama. Posko diharapkan mampu menyajikan informasi kegiatan secara rinci, memantau perkembangan di lapangan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data akurat. Selain aspek teknis, rapat juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang konsisten dan transparan, sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan pemulihan secara terbuka dan menumbuhkan kepercayaan publik.

Mendagri menugaskan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan sebagai contact person utama dalam penyampaian informasi penanganan pascabencana, terintegrasi dengan Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital. “Untuk komunikasi publik di Aceh, posko harus spesifik menampilkan kegiatan dengan progres harian. Kontak person adalah Pak Safrizal, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, mantan Pj Gubernur Aceh (2024–2025) yang juga putra daerah Aceh,” ujar Tito Karnavian.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Safrizal menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengoptimalkan peran posko sebagai pusat data, koordinasi lintas sektor, sekaligus sarana komunikasi publik. “Kami siap memperkuat fungsi posko agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri, berkomitmen mengawal Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap pemerintah daerah, diharapkan percepatan pemulihan dapat segera mengembalikan aktivitas sosial, ekonomi, dan pemerintahan ke kondisi normal.(ditjenbinaadwil.kemendagri.go.id)

91.962 Warga Masih di Pengungsian

Sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa warga Aceh hingga hari Senin (19/1/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah 54 hari dilanda bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana. 

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan seluruh unsur pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. “Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan upaya penanganan di lapangan. 

Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Mengacu pada Data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.

Disusul Kabupaten Gayo Lues dengan 18.944 jiwa atau 5.571 KK di 7 titik, dan Pidie Jaya sebanyak 14.794 jiwa atau 4.037 KK yang tersebar di 38 titik pengungsian.

Titik pengungsian

Sementara itu, Aceh Tamiang melaporkan 6.052 jiwa atau 707 KK pengungsi yang tersebar di 513 titik, disusul Aceh Tengah dengan 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik, serta Bireuen sebanyak 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik pengungsian.

Wilayah lain yang masih mencatat pengungsian antara lain Aceh Timur dengan 3.862 jiwa (1.056 KK) di 53 titik, Nagan Raya sebanyak 2.472 jiwa (817 KK) di enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa yang tersebar di 39 titik pengungsian. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved