Selasa, 21 April 2026

Opini

Cuaca Ekstrem di Aceh: Urgensi Perbaikan Infrastruktur dan Kolaborasi Masyarakat

Hujan deras yang turun secara terus-menerus tidak hanya menyebabkan suhu dingin khas daerah dataran tinggi dan mengganggu rutinitas masyarakat

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Sadna Maulita, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Kesehatan Masyarakat - S2 Universitas Syiah Kuala 

Berdasarkan panduan dari World Health Organization (WHO), kesehatan yang baik merupakan fondasi utama agar masyarakat tetap produktif.

Oleh karena itu, warga disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan pakaian hangat saat suhu dingin, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

Namun, upaya individu saja tidak cukup. Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya perbaikan dan pemeliharaan saluran air, jalan, serta sistem pengendalian longsor.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Kegiatan gotong royong membersihkan parit dan lingkungan sekitar dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko banjir.

Cuaca ekstrem di Lampahan, Bener Meriah, menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan kesiapan infrastruktur merupakan isu penting yang harus segera ditangani. 

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, dampak bencana dapat diminimalisir, sehingga kualitas hidup dan kesehatan masyarakat tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, pemerintah perlu memperhatikan perbaikan dan pelebaran saluran air limbah, terutama di daerah yang sering dilanda banjir.

Langkah-langkah ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga mengurangi dampak penyakit menular yang bisa muncul akibat air tergenang, seperti demam berdarah dengue (DBD).

Cuaca ekstrem di Aceh ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting yang harus segera diatasi. Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, dampak dari bencana banjir bisa diminimalisir, serta kesehatan warga dapat tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang terus berubah.

Penelitian-penelitian di Aceh juga menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih tanggap terhadap perubahan iklim di masa depan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved