Minggu, 26 April 2026

KKR dan Pemkab Aceh Timur Gelar Haul Tragedi Simpang Kuala dan Ara Kundoe

KKR Aceh bekerja sama dengan komunitas korban tragedi Idi Cut (Simpang Kuala) menggelar peringatan Tragedi Idi Cut dan Ara Kundoe.

Editor: Yocerizal
for serambinews
BERI SAMBUTAN - Ketua Panitia peringatan Tragedi Idi Cut-Ara Kundoe, Faisal Rizal Hasan, menyampaikan sambutan dalam acara doa bersama dan kenduri untuk korban di Lapangan Simpang Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini digelar KKR Aceh bersama Pemkab Aceh Timur sebagai upaya merawat ingatan kolektif dan mendorong pemulihan hak korban. 

“Generasi yang tidak mengalami langsung masa konflik perlu diberikan pemahaman yang utuh tentang dampak pelanggaran HAM, pentingnya penghormatan terhadap hak hidup dan martabat manusia, serta urgensi membangun budaya damai dan keadilan sosial,”

“Dengan demikian, peringatan ini berfungsi sebagai media pembelajaran sejarah, kemanusiaan, dan nilai-nilai demokrasi. Aceh bukan daerah kebencian, Aceh adalah daerah kedamaian,” katanya.

Baca juga: VIDEO Pemilik Toko Mas Ilham Lambaro Ditangkap, Bawa Kabur 1,6 Kg Emas Milik Pelanggan

Baca juga: Bantuan Meugang Presiden Harus Berupa Daging, tak Boleh Berbentuk Uang

Dukungan Pemerintah

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja-kerja KKR Aceh.

“Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya kerja-kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh sebagai bagian dari upaya menghadirkan kejelasan sejarah, pemulihan bagi korban, serta penguatan Rekonsiliasi. Pendekatan yang ditempuh adalah pendekatan yang berlandaskan kebijaksanaan, dialog dan ketenangan, kebijaksanaan, dan komitmen semua pihak,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaki, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial.

“Peringatan ini bukan semata aktivitas seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga hak atas kebenaran dan hak atas keadilan serta pemulihan korban,”

“Peristiwa simpang kuala Idi Cut dan Ara Kundoe serta Bumi Flora harus menjadi perhatian serius kembali pihak pemerintah pusat, melalui kementerian HAM yang berhadir kami menitip pesan ini untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya, baik secara non yudisial maupun yudisial,” tambah dia.

Kegiatan peringatan turut diiringi dengan pembacaan tahlil serta pemberian santunan kepada anak yatim oleh Bupati Aceh Timur, anggota DPRK Aceh Timur, serta jajaran KPA Aceh Timur dan Aceh Foundation.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan memastikan pemulihan hak-hak korban pelanggaran HAM di Aceh.(*)

Baca juga: Sempat Terhalang Barcode BBM, Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di SPBU

Baca juga: Daging Meugang Untuk Korban Banjir Diinstruksikan Kemendagri Berasal dari Peternak Lokal

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved