Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Pos Relawan Masjid Nurul Ashri Yogya di Tamiang ‘Diteror’ Bungkusan Bangkai Anjing

Relawan Masjid Nurul Ashri Yogyakarta di Aceh Tamiang menemukan bungkusan plastik berisi bangkai anjing tanpa kepala di depan posko mereka.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
BUNGKUSAN BANGKAI ANJING - Ikhsan Lani, atlet MMA asal Papua yang menjadi relawan di Aceh Tamiang menunjukkan bungkusan plastik berisi bangkai anjing, Selasa (24/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Relawan Masjid Nurul Ashri Yogyakarta di Aceh Tamiang menemukan bungkusan plastik berisi bangkai anjing tanpa kepala di depan posko mereka.
  • Insiden ini dianggap sebagai bentuk teror, namun para relawan menegaskan tidak gentar dan tetap melanjutkan misi membantu korban banjir.
  • Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang, sembari terus menyalurkan bantuan makanan dan mengoperasikan alat berat di sejumlah kampung terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Aktivitas relawan penanggulangan banjir Aceh Tamiang terusik dengan keberadaan bungkusan plastik berisi bangkai anjing.

Bungkusan ini ditemukan oleh dua relawan Masjid Nurul Ashri Yogyakarta, Satrio Widiantoro dan Ikhsan Lani, usai membuang sampah selepas Shalat Subuh pada Senin (23/2/2025) kemarin. 

Bangkai anjing tersebut dikemas dalam plastik merah yang diletakkan di belakang alat berat mini yang diparkirkan di depan pintu pos.

Posko ini sendiri berada di Kompleks Pertokoan Kampung Sungailiput, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang.

“Sehabis Shalat Subuh, kami bersih-bersih buang sampah. Ketika kembali, sudah ada bungkusan plastik di depan pintu,” kata Lani ketika ditemui di pos relawan, Selasa (24/2/2026).

Ikhsan Lani yang merupakan atlet tarung MMA asal Papua memastikan kondisi plastik tidak terikat sehingga sekilas isi di dalam bungkusan bisa terlihat. 

Baca juga: Sikapi Kasus “Akuntan SPPG Mengaku Dibegal”, Muslim Syamsuddin: Ubah Pola Pembayaran Honor Relawan

Namun untuk lebih memastikan lagi, dia bersama Satrio membuka lebih lebar plastik tersebut.

“Ternyata bangkai anjing tanpa kepala, sudah mulai busuk, sudah berulat,” ungkap Lani.

Meski menyimpulkan keberadaan bangkai anjing ini sebagai teror, kedua relawan yang sudah bertahan tiga bulan di Aceh Tamiang mengaku tidak gentar. 

Mereka pun memastikan insiden ini tidak menyurutkan semangat membantu korban banjir di daerah ini.

“Kalau semangat tetap sama, dengan adanya kejadian ini tidak membuat kami berbeda,” tegas Satrio.

Begitupun, dia berharap insiden ini tidak terulang karena kehadiran mereka ke Aceh Tamiang atas niat baik. 

Baca juga: Teror Pencurian Celana Dalam Resahkan Warga, 6 Kancut Raib Tengah Malam: Pelaku Masih Muda

Sejauh ini mereka tetap konsisten menyalurkan bantuan makanan untuk korban banjir dan mengerahkan alat berat ke sejumlah kampung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved