Opini
ADCIP: Jalan Tengah Kredit Pascabencana di Aceh
Di berbagai sudut Aceh, korban banjir kehilangan dua hal sekaligus: rumah dan sumber penghidupan. Sawah tertimbun, kios hanyut, tambak
Martabat ekonomi rakyat berarti memberi ruang untuk bangkit tanpa dihantui beban mustahil. Ia berarti memastikan sistem keuangan tidak berubah menjadi jerat ketika musibah datang.
Aceh bukan wilayah yang asing dengan bencana. Air bisa datang lagi. Pertanyaannya bukan apakah ia akan datang, tetapi apakah kita sudah siap.
Dengan ADCIP, Aceh tidak lagi panik menghadapi kredit macet massal. Prosedur tersedia. Mekanisme berjalan. Kepastian menggantikan kepanikan.
Dalam ekonomi modern, empati tidak cukup diucapkan. Empati harus dirancang dalam sistem.
Dan negara yang mampu merancang empati dalam kebijakannya adalah negara yang benar-benar hadir—bukan hanya saat krisis disorot kamera, tetapi ketika rakyat mulai menata hidupnya kembali.
*) PENULIS adalah Profesor Manajemen FEB USK, Rektor UTU periode 2014-2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jasman.jpg)