Senin, 20 April 2026

Citizen Reporter

Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia

Ramadan tahun ini, yaitu ketika saya menjalaninya jauh dari Aceh, di kota kecil Galway di barat Irlandia. Ramadhan tahun ini saya awali di tengah

Editor: Ansari Hasyim
@pegadaian.kanwilmedan
KEUMALA FADHIELA ND, S.P, M.Si., Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, peserta Predoctoral Course Program (PDCP) Kemdiktisaintek, University of Galway, melaporkan dari Galway, Irlandia. 

Saya dan teman-teman peserta ‘bridging’ lainnya menjalani proses belajar dari pukul 09.30

hingga pukul 13.00. Seusai kegiatan di kampus, kami biasanya berjalan pulang dengan jaket tebal sambil menunggu waktu berbuka tiba. Ketika waktu magrib datang, tidak ada suara azan yang

terdengar seperti di kampung halaman. Saya hanya mengandalkan jam di ‘smartphone’ atau aplikasi

untuk mengetahui waktu shalat dan berbuka puasa.

Suasana saat maghrib pun tetap sama sepertihari-hari biasa. Orang-orang masih berjalan di jalanan atau di pusat belanja, dan ‘public space’ seperti di kafe atau di pub selalu ramai tak pernah sepi. Sementara yang lain menikmati makan malam tanpa menyadari bahwa bagi sebagian kecil orang di kota ini, saat itu adalah waktu berbuka puasa.

Momen berbuka puasa di negara mayoritas bukan muslim memang sangat menantang.

Menemukan makanan halal tidaklah mudah dan butuh perjuangan. Saya harus mengecek komposisi

makanan dalam kemasan dan memastikan bahwa produk yang saya konsumsi halal dan tayyib.

Terkadang saya sering berbuka puasa dengan sederhana, yaitu dengan kurma dan makanan ringan yang mudah dibeli dari supermarket terdekat. Sesekali saya juga berbuka sambil menghubungi keluarga di rumah melalui pesan singkat atau panggilan video. Perbedaan jarak dan waktu membuat suasana Ramadhan terasa berbeda. Namun, pada saat yang sama juga mengingatkan betapa

berharganya kebersamaan yang pernah kita rasakan tanpa banyak kita sadari.

Selama di Galway, saya sempat mengikuti Grand Iftar yang berlangsung di kampus

University of Galway. Momen ini mempertemukan mahasiswa dan komunitas muslim dari berbagai negara untuk berbuka puasa bersama menikmati makanan khas Timur Tengah, seperti

chicken khabsa, sfiha, hummus, dan pita. Ini momen yang berkesan bagi saya, karena buka puasa bersama mahasiswa muslim dari berbagai negara menjadi pengalaman yang baru pertama kali sayarasakan seumur hidup.

Tak hanya itu, saya dan teman-teman juga beberapa kali bertemu dan berbuka puasa

bersama komunitas mahasiswa Indonesia yang sedang studi di University of Galway.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved