Banjir Landa Aceh
Lebaran di Tengah Keterbatasan, Penyintas Banjir Aceh Utara Masih Bertahan di Huntara dan Mengungsi
“Di Langkahan sebagian sudah di huntara sehingga sudah bisa berlebaran meskipun dalam keterbatasan, bahkan banyak juga yang masih mengungsi di...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Aceh Utara tahun ini terasa berbeda bagi ribuan penyintas banjir besar yang terjadi pada akhir 2025.
Di tengah momen yang seharusnya penuh kebahagiaan, mereka justru merayakan Lebaran di hunian sementara (huntara) dengan berbagai keterbatasan, bahkan sebagian masih mengungsi di rumah keluarganya.
Kondisi tersebut masih banyak dijumpai di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Langkahan.
Hingga kini, tidak semua korban banjir dapat menempati huntara, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) juga belum tersedia.
“Di Langkahan sebagian sudah di huntara sehingga sudah bisa berlebaran meskipun dalam keterbatasan, bahkan banyak juga yang masih mengungsi di rumah keluarga. Kalau huntap memang belum ada,” ujar Ismail, warga setempat kepada Serambinews.com, Selasa (24/3/2026).
Di lokasi lain, seperti Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, sebagian penyintas telah menempati huntara.
Sebanyak 137 jiwa dari 38 kepala keluarga tercatat mulai menghuni lokasi tersebut sejak 23 Maret 2026.
Namun, kondisi tersebut belum mampu mengembalikan suasana Lebaran seperti sebelumnya.
Mustafa, salah seorang warga Kecamatan Muara Batu, mengaku perayaan Idulfitri kali ini terasa sunyi dan penuh keterbatasan.
“Lebaran tahun ini sangat berbeda. Dulu kami merayakan bersama keluarga dengan suasana ramai, sekarang di huntara terasa sepi,” katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Huntara belum Rampung, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Lebaran di Tenda Pengungsian
Ia juga mengungkapkan kesedihan mendalam karena kehilangan suasana kebersamaan keluarga yang dulu menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran.
Selain persoalan tempat tinggal, para penyintas juga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Ketersediaan bahan pangan masih terbatas, bahkan dapur umum hanya didukung oleh dua unit tabung gas.
penyintas banjir
Kisah Nyata Penyintas Banjir Aceh
Aceh Utara
Hunian Sementara
Huntara
Serambinews.com
Serambinews
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Suasana-malam-hari-di-Hunian-sementara-penyintas-banjir-di-kawasan-Kecamatan-Langkahan.jpg)