Jumat, 5 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Lebaran di Tengah Keterbatasan, Penyintas Banjir Aceh Utara Masih Bertahan di Huntara dan Mengungsi 

“Di Langkahan sebagian sudah di huntara sehingga sudah bisa berlebaran meskipun dalam keterbatasan, bahkan banyak juga yang masih mengungsi di...

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Serambinews.co/HO
Suasana malam hari di Hunian sementara penyintas banjir di kawasan Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Aceh Utara tahun ini terasa berbeda bagi ribuan penyintas banjir besar yang terjadi pada akhir 2025. 

Di tengah momen yang seharusnya penuh kebahagiaan, mereka justru merayakan Lebaran di hunian sementara (huntara) dengan berbagai keterbatasan, bahkan sebagian masih mengungsi di rumah keluarganya. 

Kondisi tersebut masih banyak dijumpai di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Langkahan.

Hingga kini, tidak semua korban banjir dapat menempati huntara, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) juga belum tersedia.

“Di Langkahan sebagian sudah di huntara sehingga sudah bisa berlebaran meskipun dalam keterbatasan, bahkan banyak juga yang masih mengungsi di rumah keluarga. Kalau huntap memang belum ada,” ujar Ismail, warga setempat kepada Serambinews.com, Selasa (24/3/2026). 

Di lokasi lain, seperti Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, sebagian penyintas telah menempati huntara.

Sebanyak 137 jiwa dari 38 kepala keluarga tercatat mulai menghuni lokasi tersebut sejak 23 Maret 2026.

Namun, kondisi tersebut belum mampu mengembalikan suasana Lebaran seperti sebelumnya.

Mustafa, salah seorang warga Kecamatan Muara Batu, mengaku perayaan Idulfitri kali ini terasa sunyi dan penuh keterbatasan.

“Lebaran tahun ini sangat berbeda. Dulu kami merayakan bersama keluarga dengan suasana ramai, sekarang di huntara terasa sepi,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Huntara belum Rampung, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Lebaran di Tenda Pengungsian

Ia juga mengungkapkan kesedihan mendalam karena kehilangan suasana kebersamaan keluarga yang dulu menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran.

Selain persoalan tempat tinggal, para penyintas juga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Ketersediaan bahan pangan masih terbatas, bahkan dapur umum hanya didukung oleh dua unit tabung gas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved