Berita Banda Aceh
Sosok Raja Khatami asal Bireuen, Merintis Bisnis dari Muda Hingga Jatuh Cinta pada Gadis Pidie
Raja Khatami, pengusaha muda asal Bireuen, mulai merintis bisnis sejak usia 18 tahun dan kini memiliki sekitar 40 karyawan.
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Raja Khatami, pengusaha muda asal Bireuen, mulai merintis bisnis sejak usia 18 tahun. Kini punya toko bangunan, butik, 2 lapangan mini soccer dan usaha kontraktor dengan sekitar 40 karyawanKesuksesannya berawal dari belajar di usaha keluarga, bekerja dari posisi bawah, sambil kuliah hingga mengembangkan bisnis sendiriIa juga berbagi motivasi bagi generasi muda agar berani memulai, konsisten, memanfaatkan teknologi seperti AI dan menjadikan keluarga—terutama istri—sebagai penyemangat utama
DENGAN wajah penuh senyum saat datang, seorang sosok pemuda menyalami satu persatu orang yang duduk di meja sebuah warung kopi di Banda Aceh.
Dari penampilannya terlihat keramahanannya pada malam itu. Termasuk gaya bicaranya dengan nada tenang dan tetap mempertahankan ciri khasnya untuk tersenyum.
Gayanya terlihat tenang dan tak meledak-ledak saat bicara. Sekilas bagi yang tak mengenalnya tentu tidak tahu siapa sosok pemuda ini.
Ternyata ia tak seperti pemuda kebanyakan di usianya dengan Handphone (HP) merk terkenal iPhone yang sibuk bermain game. Enam tahun mondok sambil belajar di MTs.S Darul Ulum dan MAS Darul Ulum Banda Aceh telah membentuk karakternya.
Raja Khatami SH kini sudah berusia 30 Tahun. Pemuda asal Bireuen itu sudah mencapai level yang luar biasa dalam hidupnya meski masih berusia muda. Ia mulai merintis bisnis pada tahun 2014 atau saat ia masih berusia 18 tahun.
Kini pemuda kelahiran Jeunieb 10 Januari 1996 sudah memiliki dua toko bangunan di Bireuen. Kemudian Boutiq Baju, dua Lapangan Mini Soccer di Bireuen.
Di sela-sela kesibukannya, Raja, panggilan akrapnya kini juga sudah menjadi kontraktor dengan memegang sejumlah proyek.
Keberhasilan membangun lini bisnis di usia muda ini tak terlepas dari mendengar nasihat orang tuanya Muhammad Nyakman dan ibunya Mulyana.
Setelah selesai mondok di Darul Ulum Banda Aceh. Orangtua mengarahkan untuk belajar cara berbisnis di toko bangunan yang memang sudah disiapkan untuknya ketika selesai MAS.
Raja tak membantah saran orangtuanya. Ia dengan tekun mulai bekerja mulai dari posisi paling berat supir L300 untuk mengantar pembelian aneka barang di toko bangunan kepada pelanggannya.
Kemudian ketika sudah paham tentang dagangan, dirinya menjadi pelayan bagi pembeli. Dari sinilah Raja mulai belajar bagaimana membangun bisnis dan berinteraksi dengan pelanggan.
Ia memegang teguh prinsip 'bahwa pembeli adalah raja'. Makanya kepercayaan pelanggan harus dijaga dengan pelayanan maksimal.
Interaksi yang baik dengan pelanggan menjadi pondasi untuk memperkuat tumbuh kembangnya bisnis.
“Beberapa tahun kemudian langsung buka toko milik sendiri,” ujar Raja kepada Serambinews.com.
Baca juga: VIDEO Putra Aceh Ismail Rasyid di Pertemuan Pengusaha Dunia di Dubai
| 33 Pejabat Kanwil Ditjenpas Aceh Dirotasi, Sejumlah Kepala Rutan Berganti |
|
|---|
| Wali Kota Banda Aceh Lantik 5 Pejabat Termasuk Kepala Bappeda dan Kadiskominfotik, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Organda Ingatkan Pengusaha Angkutan Agar Tak Gegabah Naikkan Tarif |
|
|---|
| Dayah Nurul FIkri & Nurul Ikhwah Learning Center Bekali Siswa untuk Kuliah ke Al-Azhar Mesir |
|
|---|
| Safari Subuh BBC Gandeng FDP Gelar Pengobatan Gratis di Lamdingin, Ratusan Warga Antusias |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengusaha-muda-asal-Bireuen-Raja-Khatami-SH-dan-istrinya-Fara-Unzila-asal-Pidie_senin-2026.jpg)