Senin, 27 April 2026

Tips Kesehatan

Indeks UV Capai Level Tertinggi di Aceh Timur, IDI Beri Tips Kesehatan

Cuaca panas menyengat melanda Kabupaten Aceh Timur pada Senin (27/4/2026). Indeks Ultraviolet (UV) dilaporkan mencapai level 8

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/TribunNews
Ilustrasi Cuaca Panas 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR – Cuaca panas menyengat melanda Kabupaten Aceh Timur pada Senin (27/4/2026). Indeks Ultraviolet (UV) dilaporkan mencapai level 8 dengan suhu udara sekitar 33 derajat Celsius. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Selain suhu udara yang tinggi, sejumlah titik panas juga terpantau di wilayah tersebut.

Menyikapi situasi ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh Timur, dr. H. Reza Fazri Prasetyo, Sp.An-TI, MH, mengeluarkan imbauan dan rekomendasi kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga: Aceh Sudah Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan, Minta Warga Hemat Air

Menurut Reza, kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem ini adalah anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit kronis.

“Siapa pun yang beraktivitas di bawah terik matahari tanpa perlindungan memadai berisiko mengalami gangguan kesehatan, baik yang bersifat akut maupun jangka panjang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak kesehatan yang paling umum akibat paparan panas dan sinar UV berlebih antara lain dehidrasi karena cairan tubuh menguap lebih cepat, heat exhaustion hingga heat stroke yang dapat mengancam nyawa.

Selain itu, risiko gangguan kulit seperti sunburn, peningkatan potensi kanker kulit, serta iritasi mata dan gangguan penglihatan sementara juga perlu diwaspadai.

Untuk mencegah dampak tersebut, Reza merekomendasikan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, saat intensitas sinar UV berada pada puncaknya.

“Gunakan pelindung diri secara lengkap, seperti topi bertepi lebar, payung, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian tertutup berwarna terang,” imbaunya.

Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 yang dioleskan ulang setiap dua jam atau setelah berkeringat.

Selain itu, masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 2–3 liter per hari, bahkan lebih jika beraktivitas di luar ruangan.

“Hindari konsumsi minuman berkafein dan beralkohol secara berlebihan karena dapat mempercepat proses dehidrasi,” tambahnya.

Tak hanya kepada masyarakat umum, IDI Aceh Timur juga mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani kasus penyakit akibat panas (heat-related illness) yang diperkirakan meningkat selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved