Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pansus DPRA Sorot Persoalan Pelayanan RSUDZA, Singgung Soal Utang dan Ketersediaan Obat

Pansus LKPJ DPRA menyoroti pelayanan RSUDZA mulai dari antrean panjang pasien, ruangan panas akibat AC rusak hingga persoalan ketersediaan obat.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ M ANSHAR/m anshar
PERIKSA PELAYANAN RSUDZA - Tim Pansus LKPJ DPRA yang dipimpin Wakil Ketua Pansus DPRA, Ilmiza Sa'aduddin Djamal memeriksa kondisi ruangan RSUDZA dalam rangka menindaklanjuti LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025, Jumat (8/5/2026). 

“Iini sudah masuk tahap kedua selama 12 hari. Mungkin mereka akan selesai di tanggal 14 Mei nantinya,” beber dia.

“Nanti baru di situ dijabarkan berapa utang nilai koreksi, sehingga langkah dan upaya apa menjadi catatan dan rekomendasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Muhazar memastikan, bahwa tidak akan ada lagi program kegiatan di RSUDZA yang terkesan pemborosan anggaran.

Semua program diprioritaskan pada peningkatan layanan seperti pengadaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).

“Pemborosan anggaran itu tidak terjadi kalau misalnya ada kegiatan yang tidak penting,” jelasnya.

“Namun demikian, kegiatan-kegiatan yang kita prioritaskan itu adalah BMHP dan obat-obatan, itu yang penting,” papar Direktur.

“Setelah itu terpenuhi baru ada kegiatan sekundernya, kegiatan yang kedua yaitu pengadaan alat-alat kedokteran yang memang diperlukan untuk pasien,” pungkasnya.

Seperti diketahui, selain melakukan pemeriksaan di RSUDZA, Tim Pansus LKPJ DPRA juga melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), serta Dinas Pendidikan Aceh.

Hal tersebut merupakan bagian dari pembahasan LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved