Opini
Desil Dicari, Label Miskin Dihindari
Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan harga kebutuhan hidup yang terus meningkat, bantuan
Ketika semua harus kebagian demi menghindari konflik sosial, maka masyarakat miskin yang paling membutuhkan justru kehilangan haknya.
Yang paling dirugikan dari situasi ini adalah mereka yang benar-benar hidup dalam kesulitan: orang tua yang tinggal sendiri di rumah sederhana, janda yang membesarkan anak tanpa penghasilan tetap, atau keluarga yang harus memilih antara membeli beras dan membayar kebutuhan sekolah anak.
Namun dalam banyak kasus, mereka kalah oleh orang-orang yang lebih aktif melobi atau lebih pandai memastikan namanya masuk daftar bantuan.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa rasa malu dalam sebagian masyarakat mulai berubah arah.
Dulu orang malu menerima sesuatu yang bukan haknya.
Kini sebagian orang justru malu disebut miskin, tetapi tidak malu mengambil bantuan yang sebenarnya bukan untuk dirinya.
Tentu harus diakui bahwa sistem pendataan bantuan masih memiliki banyak kelemahan.
Karena itu, pemerintah perlu terus memperbaiki sistem agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Namun sebaik apa pun sistem dibuat, semuanya tetap kembali pada kesadaran moral masyarakat itu sendiri.
Dalam budaya Aceh dan ajaran agama, rasa malu adalah bagian dari kehormatan.
Malu mengambil hak orang lain, malu berbohong tentang keadaan ekonomi, dan malu menikmati sesuatu yang bukan haknya merupakan nilai yang dahulu dijaga kuat oleh masyarakat.
Karena itu, fenomena desil hari ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama.
Desil bukan kebanggaan dan bukan pula aib.
Ia hanyalah alat negara untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Aceh mungkin sebenarnya tidak kekurangan bantuan.
Yang mulai hilang hanyalah rasa malu ketika mengambil sesuatu yang bukan hak kita.
*) PENULIS adalah
⦁ Dosen STIAPEN Nagan Raya & Pemerhati Sosial
⦁ Waket I Bidang Akademik&Kerja Sama ( Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN)
⦁ Pembicara Publik&Trainer
⦁ Mantan Ketua KNPI Nagan Raya 2 Periode, 2018-2024
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banta-Diman-09ikl.jpg)