Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nagan Raya

APEL Green Aceh Putar Film Dokumenter "Pawang Uteun Beutong Ateuh" di Nagan Raya

“Inilah tanah Beutong, tanah nenek moyang kami yang diwariskan kepada kami,” ungkap Makwod, pemain film tersebut yang merupakan wanita asal...

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Dok APEL Green Aceh
Pemutaran film dokumenter Pawang Uteun Beutong Ateuh di Nagan Raya. 

Film ini juga menyoroti meningkatnya ancaman deforestasi di Aceh.

Sepanjang 2025, kehilangan tutupan hutan disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi itu dinilai memperlemah fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus pelindung kawasan dari bencana hidrometeorologi.

Di tengah ancaman tersebut, masyarakat adat Beutong Ateuh terus mempertahankan sistem penjagaan hutan berbasis adat melalui program Pawang Uteun ruhnya Aceh. 

Program itu melibatkan masyarakat sebagai pemantau sekaligus penjaga kawasan hutan.

“Hutan mereka, mereka yang harus menjaganya, bukan perusahaan-perusahaan atau izin-izin lain,” kata Syukur, Direktur APEL Green Aceh.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memperkuat perlindungan kawasan hutan adat dan menghentikan berbagai aktivitas eksploitasi yang dinilai mengancam ruang hidup warga.

“Menurut adat kami, apabila manusia menjaga hutan, hutan juga menjaga manusia. Apabila manusia merusak hutan, hutan juga akan berakibat kepada manusia,” tutur Tgk Diwa, warga asal Beutong Ateuh.

Lewat Pawang Uteun Beutong Ateuh, masyarakat adat Beutong Ateuh tidak hanya menyampaikan kisah tentang hutan, tetapi juga peringatan tentang masa depan Aceh.

Ketika hutan hilang, yang lenyap bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber air, ruang hidup, dan keselamatan generasi mendatang.(*)

 

 

 

 


 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved