Berita Lhokseumaawe
Akademisi Aceh Dr Hilmi Beri Pandangan Penyebab Rupiah Terus Merosot
Akademisi Aceh, Dr Hilmi, SE, MM, CBA menyebutkan pada Rabu (20/5/2026) pagi, layar Bloomberg kembali memerah.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Pemerintah juga perlu bicara lebih jelas. Kepastian kebijakan fiskal, transparansi data ekonomi, dan komunikasi yang konsisten dengan pasar adalah modal penting untuk mengembalikan kepercayaan.
Pasar tidak butuh janji, pasar butuh arah.
Saatnya Publik Melek Risiko Valuta
Di tengah situasi ini, masyarakat biasa tidak bisa hanya menunggu. Ada langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Jangan menambah utang dalam dolar jika pendapatan Anda rupiah. Tunda pembelian barang impor yang bisa ditunda.
Diversifikasi investasi ke aset yang relatif tahan terhadap inflasi seperti emas dan SBN. Dan bagi pelaku UMKM, ini saatnya menengok pasar ekspor. Rupiah yang lemah justru membuat produk lokal lebih kompetitif di luar negeri.
"Rupiah di Rp17.700 adalah alarm. Alarm bahwa ketahanan ekonomi kita diuji oleh dinamika global dan kebijakan domestik.
Jika kita hanya mengandalkan intervensi BI tanpa memperbaiki fundamental, maka setiap kali badai datang, rupiah akan kembali terjatuh," ujarnya.
Terakhir, Dr Hilmi menegaskan, ekonomi yang kuat tidak dibangun dari intervensi semata. Ia dibangun dari kepercayaan, transparansi, dan produktivitas.
Selama tiga hal itu belum kuat, maka Rp17.700 mungkin bukan titik terendah. (*)
| Breaking News - Perombakan di Banggar DPRA, Bunda Salma dan Haji Maop Gantikan Abu Heri-Pon Yaya |
|
|---|
| Update Hari ke-82 Perang Iran: Iran Ancam Buka Front Baru, Trump Beri 3 Hari untuk Kesepakatan |
|
|---|
| VIDEO - Prabowo Bongkar Penyebab Gaji Guru hingga ASN Masih Kecil |
|
|---|
| Pertama dalam Sejarah, Ini 7 Poin Penting Pidato Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR Hari Ini |
|
|---|
| Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rupiah-melemah-20.jpg)