Rabu, 10 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Orderan Sepi, Kenaikan Harga Pertamax Tambah Beban Driver Ojol di Aceh

Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
OJOL ACEH — Ilustrasi Ojol Aceh. Foto ini direkam pada momen Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah melaksanakan doa bersama ojol Aceh, di Masjid Raya Baiturrahman Aceh, September 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Harga Pertamax menjadi Rp16.650 ikut dikeluhkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Aceh. 
  • Di tengah kondisi orderan yang dinilai masih sepi, kenaikan harga bahan bakar tersebut dinilai semakin menambah beban operasional para driver.
  • Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.650 ikut dikeluhkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Aceh. 

Di tengah kondisi orderan yang dinilai masih sepi, kenaikan harga bahan bakar tersebut dinilai semakin menambah beban operasional para driver.

Ketua Payung Ojol Aceh, Norman, mengatakan meski harga BBM jenis Pertalite tidak naik, namun sebagian pengemudi masih menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas sehari-hari. 

Akibatnya, dengan kondisi pendapatan yang tidak menentu, para driver ojol di Aceh kini harus lebih berhitung dalam menggunakan bahan bakar.

"Sebagian dari driver ini kebutuhannya ada di Pertamax dan juga Pertalite. 

Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman, saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Pembangunan Jembatan Pante Lhong Dikebut, Prosesnya Mencapai 36 Persen

Menurut Norman, kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika pengemudi masih leluasa berpindah dari satu titik ke titik lainnya untuk mencari orderan

Kini, setiap liter bahan bakar harus diperhitungkan agar sebanding dengan jumlah pesanan yang diterima.

“Kalau dulu kita barangkali nyari orderan itu bisa pindah-pindah nih, satu titik ke titik lain, Kalau sekarang kita harus banyak perkiraan nih. 

Satu liter minyak paling nggak dapat lima atau tujuh orderan, atau sepuluh,” ujarnya.

“Tapi kalau dengan harga Pertamax, nah kendala kita kan nggak berani kita. Nggak cocok sih biaya pengeluaran sama pemasukan,” lanjutnya.

Norman mengaku, kenaikan harga BBM Pertamax ini menambah persoalan bagi driver ojel. 

Para pengemudi berada dalam posisi sulit karena harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah meningkatnya biaya operasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved