Berita Banda Aceh
Orderan Sepi, Kenaikan Harga Pertamax Tambah Beban Driver Ojol di Aceh
Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Harga Pertamax menjadi Rp16.650 ikut dikeluhkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Aceh.
- Di tengah kondisi orderan yang dinilai masih sepi, kenaikan harga bahan bakar tersebut dinilai semakin menambah beban operasional para driver.
- Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.650 ikut dikeluhkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Aceh.
Di tengah kondisi orderan yang dinilai masih sepi, kenaikan harga bahan bakar tersebut dinilai semakin menambah beban operasional para driver.
Ketua Payung Ojol Aceh, Norman, mengatakan meski harga BBM jenis Pertalite tidak naik, namun sebagian pengemudi masih menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Akibatnya, dengan kondisi pendapatan yang tidak menentu, para driver ojol di Aceh kini harus lebih berhitung dalam menggunakan bahan bakar.
"Sebagian dari driver ini kebutuhannya ada di Pertamax dan juga Pertalite.
Dengan harga minyak untuk sekarang, Pertalite saja dengan jumlah orderan yang sepi, kita juga kewalahan," kata Norman, saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Pembangunan Jembatan Pante Lhong Dikebut, Prosesnya Mencapai 36 Persen
Menurut Norman, kondisi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika pengemudi masih leluasa berpindah dari satu titik ke titik lainnya untuk mencari orderan.
Kini, setiap liter bahan bakar harus diperhitungkan agar sebanding dengan jumlah pesanan yang diterima.
“Kalau dulu kita barangkali nyari orderan itu bisa pindah-pindah nih, satu titik ke titik lain, Kalau sekarang kita harus banyak perkiraan nih.
Satu liter minyak paling nggak dapat lima atau tujuh orderan, atau sepuluh,” ujarnya.
“Tapi kalau dengan harga Pertamax, nah kendala kita kan nggak berani kita. Nggak cocok sih biaya pengeluaran sama pemasukan,” lanjutnya.
Norman mengaku, kenaikan harga BBM Pertamax ini menambah persoalan bagi driver ojel.
Para pengemudi berada dalam posisi sulit karena harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah meningkatnya biaya operasional.
"Ibaratnya buah simalakama. Tidak kerja, kebutuhan rumah tangga dan anak-anak harus dipenuhi. Kerja juga perhitungannya harus banyak," ucapnya.
Norman menambahkan, kondisi pengemudi ojol di Banda Aceh berbeda dengan kota-kota besar yang memiliki permintaan layanan lebih tinggi.
Di Banda Aceh, jumlah pengguna aplikasi masih terbatas sehingga peluang mendapatkan orderan juga tidak sebesar di daerah lain.
"Kalau di kota besar, ojol sudah menjadi kebutuhan masyarakat karena kondisi macet dan sebagainya.
Sehingga orderan berlebih. Sementara di Banda Aceh terbatas orang yang menggunakan aplikasi ojol. Restoran juga tidak seperti kota-kota besar," katanya.
Karena itu, kata Norman, sebagian besar pengemudi kini tidak lagi berfokus pada jumlah orderan yang diperoleh setiap hari, melainkan pada jumlah pendapatan bersih yang bisa dibawa pulang.
Menurut dia, rata-rata pengemudi di Aceh harus mengeluarkan biaya Rp100 ribu per hari untuk bahan bakar dan kebutuhan makan selama bekerja.
Dengan jam kerja yang bisa mencapai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB, pendapatan yang diperoleh terkadang masih belum memenuhi target.
"Kita bilang pengeluaran per hari Rp100 ribu. Jadi target kita paling nggak bersih Rp200 ribu. Kadang-kadang nggak juga, paling bisa bawa duit Rp100 atau Rp180 ribu,” tuturnya.
Oleh karena itu, Norman berharap harga BBM dapat kembali stabil agar beban pengemudi tidak semakin berat.
“Udah Kota Banda Aceh kecil ditambah jumlah ojol juga semakin ramai. Harapannya kita kenaikan harga BBM ini bisa normal lagi.
Karena pendapatan kita tidak sesuai dengan pengeluaran, ditambah dengan BBM naik,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Antrean di SPBU Bireuen Masih Normal, Pengisian Pertamax Terlihat Sepi
Harga Pertamax
Harga Pertamax naik
kenaikan harga Pertamax
driver ojek online (Ojol)
Driver Ojol
Ojek Online (OJOL)
orderan
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Pemkab Bireuen dan Pemerintah Aceh Percepat Penerapan SIGAP untuk Perkuat Data Pembangunan |
|
|---|
| Masyarakat Diminta Lapor Jika Ada Sambungan Air Ilegal, Perumdam Tirta Mountala Ancam Putus Permanen |
|
|---|
| Rais 'Aam dan Ketum PBNU Hadiri Pelantikan PWNU Aceh, Waled NU-Faisal Ali Akan Dilantik 27 Juni 2026 |
|
|---|
| Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh |
|
|---|
| 12 Mahasiswa USK Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ojol-online-1006.jpg)