Berita Banda Aceh
PoD Blok Andaman Direvisi, Mualem Desak Gas Andaman Diolah di Arun
Pemerintah Aceh dan SKK Migas sepakat merevisi Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Blok Andaman.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh dan SKK Migas sepakat merevisi Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Blok Andaman.
- Gubernur Muzakir Manaf mendesak agar pengolahan gas dilakukan di darat (onshore) menggunakan fasilitas KEK Arun.
- Revisi ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.
- Skema pengolahan di darat diharapkan memberikan efek pengganda ekonomi bagi industri pupuk dan petrokimia lokal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh dan SKK Migas mencapai kesepakatan untuk melakukan revisi Plane of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman).
Kesepakatan itu dilakukan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto saat melakukan pertemuan di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut Gubernur Aceh didampingi Sekda M Nasir Syamaun, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Tenaga Ahli Sekda Aceh Bidang Migas Akhyar ST MT, dan Juru Bicara Nurlis.
“Mereka bersedia mengakomodir revisi PoD yang akan kita sampaikan,” kata Gubernur Mualem, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan, bahwa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf tidak menolak proyek Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Dimana dalam proyek tersebut, Mubadala Energy sebagai investornya.
“Namun ada sejumlah hal pada PoD yang perlu diperbaiki sehingga tidak merugikan Aceh,” kata Nurlis.
Baca juga: Mubadala Terlibat pada 5 Blok di Andaman
Diketahui kata Nurlis, sesuai PoD yang telah ditetapkan Kementerian ESDM dan SKK Migas pada Maret 2026, gas dan kondensat diproses di Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di South Andaman, kemudian disalurkan ke Onshore Receiving Facilities (ORF) yang berlokasi di KEK Arun, Lhokseumawe.
Proses penyalurannya melalui Offshore Gas Pipeline dari FPSO ke ORF. Mubadala Energy tengah menyiapkan proses tender pengadaan Unit FPSO raksasa untuk mempercepat komersialisasi gas (fast-track) di South Andaman.
Unit ini diproyeksikan memproses gas laut dalam sebelum dialirkan lewat pipa. FPSO memiliki fungsi lengkap, memproduksi atau mengolah migas langsung di atas kapal dan sekaligus menyimpan dan menyalurkannya.
Dalam perjalanannya, Gubernur Mualem berkeinginan gas dan kondensat diproses di Kek Arun. Sehingga skema penyaluran gas langsung ke darat (onshore pipelining) untuk diolah di KEK Arun.
“Kemudian gas dan kondensat diproses di Onshore Processing Facility (OPF) dengan memanfaatkan fasilitas KEK Arun,” jelasnya.
Baca juga: Ramai-ramai Bahas Gas dari Andaman, Mari Mengenal Blok-blok Migas di Lepas Pantai Aceh Ini
Semua Pihak Dapat Keuntungan
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis mengatakan, tujuan revisi tersebut tidak lain agar Blok Andaman tersebut dapat membawa keuntungan kepada semua pihak.
Mulai dari Mubadala sebagai investor mendapat keuntungan, begitu juga dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh serta masyarakat Aceh.
| Kepala Bappeda Aceh Dorong Lulusan FISIP UIN Ar-Raniry Menjadi Agen Pembangunan |
|
|---|
| Forum Lintas Sektor Serukan Perbaikan Tata Kelola SDA di Aceh Saat Peringati HLHS 2026 |
|
|---|
| Pengurus PGRI Banda Aceh Periode 2024–2029 Dilantik, Illiza Tekankan Peran Guru Sebagai Pencetak SDM |
|
|---|
| Dinas Pangan Aceh Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah 4 Hari, Dimulai dari Besok di Kios Pangan |
|
|---|
| BBM Naik Tajam, Tarif Angkutan Darat di Aceh Masih Bertahan, Organda Soroti Antrian Biosolar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muzakir-Manaf-bersama-Sekda-dan-rombongan-melakukan-pertemuan-dengan-Kepala-SKK-Migas.jpg)