Jumat, 12 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Irigasi Rusak Pasca Banjir, Ribuan Petani di Aceh Timur Terancam Gagal Tanam

Ribuan petani di Simpang Ulim terancam gagal tanam akibat kerusakan irigasi pascabanjir.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
for serambinews
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky bersama perwakilan BNPB di Aceh Timur meninjau saluran irigasi Kecamatan Simpang Ulim dan Pante Bidari yang rusak akibat hantaman banjir pada akhir November 2025 lalu, Jumat (12/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ribuan petani di Simpang Ulim terancam gagal tanam akibat kerusakan irigasi pascabanjir.
  • Kerusakan parah terjadi di 12 gampong dengan titik kritis berupa longsor dan sedimentasi.
  • Bupati Aceh Timur meninjau lokasi dan merencanakan langkah darurat bersama BNPB.
  • Pemerintah akan mengerahkan alat berat dan berkoordinasi dengan BWS Aceh untuk perbaikan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ribuan Petani di sejumlah Gampong dalam kawasan Kecamatan Simpang Ulim, terancam tidak bisa turun ke sawah pada musim tanam tahun ini.

Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan parah pada jaringan saluran irigasi dan infrastruktur pertanian akibat hantaman banjir besar yang melanda kawasan tersebut.

Setidaknya ada 12 Gampong dalam satu kemukiman yang kini lumpuh total aktivitas pertaniannya. Saluran irigasi yang selama ini menjadi faktor paling penting dalam keberlangsungan pertanian di wilayah itu kini rusak berat dan membuat pasokan air ke sawah terhenti

"Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan ditemukan sedikitnya 12 titik kritis yang mengalami longsor l, penyumbatan, serta sedimentasi (pendangkalan) di sepanjang ruas Gampong Grong-grong," tutur Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat meninjau lokasi pada Jumat (12/6/2026).

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi perekonomian daerah. Kawasan Simpang Ulim, Pangeran Bidari hingga Madat.

Tiga daerah tersebut merupakan zona persawahan produktif hang selama ini menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Kabupaten Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut ia bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan langkah darurat. Fokus utama saat ini memulihkan kembali aliran air agar petani tidak kehilangan mata pencaharian.

Baca juga: Ketua PSSI Aceh Singkil Favoritkan Prancis Juara Piala Dunia, Berikut Jadwal Pertandingan Les Bleus

"Kondisi sudah darurat, kita membutuhkan penanganan cepat  agar masyarakat dapat kembali memperoleh pasokan air untuk lahan pertanian mereka," jelas Al-Farlaky.

Untuk mengatasi penyumbatan di belasan titik longsor tersebut, pemerintah akan segera mengerahkan alat berat ke lokasi. Dinas Pekerjaan Umum (PU) kini tengah menghitung kebutuhan teknis di lapangan agar proses pengerukan bisa dilakukan secepatnya

Ia juga melanjutkan akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh

Membuat sodetan atau saluran alternatif sementara agar air bisa mengalir ke sawah warga selama proses perbaikan berlangsung.

" Ini harus segera kita dorong percepatannya agar pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pascabanjir dapat kembali pulih," tegas Bupati.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved