Berita Banda Aceh
Memasuki Bulan Maulid, Mualem Minta Stok Daging di Aceh Dipastikan Cukup
Selain itu, sambung Sekda, Gubernur juga menginstruksikan TPID dan dinas terkait, untuk fokus menjaga ketersediaan pasokan
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Subur Dani
Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta dinas terkait untuk memastikan stok daging di Tanah Rencong tercukupi hingga empat bulan ke depan.
Baca juga: Mualem dan PT PEMA Temui Menteri Bappenas, Ini yang Dibahas
“Saat ini kita akan memasuki Bulan Maulid. Dan, bulan Maulid cenderung panjang di Aceh, hingga 4 bulan ke depan. Karena itu, pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga daging, karena kita ketahui bersama, harga daging di Aceh sangat tinggi,” ujar Mualem.
Baca juga: Prof Hamdani Kembali Terpilih Sebagai Rektor Universitas Samudra Langsa
Hal tersebut disampaikan Mualem, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh, saat memimpin High Level Meeting Pengendalian Inflasi Aceh, di ruang rapat Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (2/9/2025) malam.
Baca juga: Program Rumah Layak Huni Antar Mualem Sabet Penghargaan Kementerian PKP
Mualem menginginkan masyarakat Aceh bisa merayakan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dengan meriah. Karena itu dinas terkait perlu memastikan ketersediaan daging, baik daging lokal maupun daging beku impor.
Baca juga: Polres Aceh Selatan Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Nilai Akhlak Rasulullah
“Kita tentu ingin masyarakat kita menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad dengan meriah dengan harga daging yang terjangkau, dan tentu saja akan ketersediaan daging dengan harga terjangkau akan turut menekan inflasi, khususnya di empat bulan ini,” ujarnya.
Baca juga: Aksi Dokter Spesialis Mogok Terbatas Di RSUD SIM Nagan Raya
Pada kesempatan tersebut, Mualem juga menyampaikan, dengan garis pantai yang panjang dan laut yang luas, ketersediaan ikan di Aceh tidak akan mengkhawatirkan. Namun, ia justru mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan solar subsidi untuk nelayan.
Baca juga: Vonis Banding Mantan Pejabat Langsa Mustafa ST Diperberat Jadi 5 Tahun
“Karena itu, kita akan segera berkoordinasi dengan Pertamina. Ini harus menjadi perhatian serius kita, agar nelayan tenang saat melaut karena BBM Subsidi yang selalu tersedia saat mereka hendak melaut,” katanya.
Selain itu, lanjut Mualem, ketersediaan beras di Aceh saat ini juga cukup baik sehingga tidak perlu diragukan lagi.
“Tidak perlu ragu, karena kita surplus, bahkan kita turut memasok ke luar hingga empat ribu ton,” tuturnya.
Baca juga: Ahmad Sahroni Laporkan Kasus Penjarahan Rumahnya ke Polisi, Kini Ditangani Polda Metro Jaya
Kendati surplus, ia tetap mengingatkan TPID dan dinas terkait untuk terus berupaya memudahkan petani. Salah satunya adalah dengan mendata dan memperbaiki waduk dan embung untuk meminimalisir sawah tadah hujan, agar para petani Aceh bisa bekerja lebih efektif dan produktif.
Baca juga: 3 Mobil Mewah “Hilang” Usai OTT KPK Diduga Disembunyikan Anak Noel: Wajar, Anak Saya Takut
Usai rapat, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, selaku Ketua Harian TPID Aceh menekankan, bahwa berdasarkan arahan Gubernur, maka TPID bersama dinas terkait segera membenahi rantai pasokan yang kerap menjadi penyebab inflasi.
Selain itu, sambung Sekda, Gubernur juga menginstruksikan TPID dan dinas terkait, untuk fokus menjaga ketersediaan pasokan dalam menghadapi Bulan Maulid.
“Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan mempersiapkan pasar murah dan ini juga membutuhkan tambahan anggaran. Kita juga akan menggelar pasar tani, selain di Banda Aceh, pasar tani juga akan kita gelar di kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi,” jelasnya.
Baca juga: Festival Literasi Aceh Meriah, Gubernur Ajak Hidupkan Semangat Membaca
Selain itu, kata M Nasir, pihaknya juga akan melakukan intervensi khusus pada komoditas apa saja yang menjadi penyebab inflasi.
“Kepada para petani, Pemerintah Aceh juga akan menyiapkan subsidi biaya angkut, nanti kita akan dibantu oleh BI dan Bank Aceh melalui dana CSR,” ujarnya.
Sekda juga kembali menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM jenis Solar Bersubsidi untuk nelayan. Hal itu karena ikan menjadi salah satu penyumbang inflasi.
Baca juga: Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Pimpin Gerakan Pangan Murah Serentak
“Tadi Gubernur juga mengingatkan TPID dan dinas terkait agar selalu menjaga ketersediaan bahan pokok untuk mencegah inflasi, seperti beras, cabe merah, bawang merah, khusus untuk empat bulan ke depan itu menjaga ketersediaan daging,” ungkapnya.
“Untuk itu, dinas terkait harus mengupayakan penambahan suplai daging, baik dari dalam maupun luar negeri, khususnya daging beku untuk menghadapi Bulan Maulid,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUALEM-03092025.jpg)