Kamis, 23 April 2026

Liputan Eksklusif Aceh

Ruam di Kulit Bukan Satu-satunya Gejala Demam Berdarah, Ini Penjelasan dr Tri Patriyuni 

Bedanya dari demam biasa, demam berdarah demgue grafiknya naik turun seperti pelana kuda. Kemudian biasanya mengalami peningkatan pada sore hari.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
GEJALA DBD - Kepala Puskesmas Singkil Utara, dr Tri Patriyuni MBiomed menjelaskan perbedaan antara demam biasa dan demam berderah dengue, Kamis (4/9/2025). 

Bedanya dari demam biasa, demam berdarah umum grafiknya naik turun seperti pelana kuda. Kemudian biasanya mengalami peningkatan pada sore hari.

Tanda lainnya demam berdarah adalah badan lemas, kurang nafsu makan dan semua otot-otot sakit.

Gejala berikutnya karena demam berdarah disebabkan virus dengue. Maka sesuai ciri khas virus, bisanya dalam satu rumah lebih dari satu orang yang demam. 

"Ciri khas virus itu di rumah kalau virus itu cepat, jadi di rumah itu kadang lebih dari satu orang yang demam. Nah itu perlu dicurigai itu biasanya virus," jelas dr Yuyun sapaan akrab Tri Patriyuni.

Untuk memastikan demam berdarah atau virus lain harus dilakukan skrining. 

Skrining adalah proses pemeriksaan kesehatan, tes, atau prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi dini adanya penyakit atau kondisi berisiko pada seseorang. 

Ia mengatakan skrining bisa dilakukan di Puskesmas Singkil Utara. 

Bila ada pasien demam ke Puskesmasnya, langsung melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan darah rutin.

Setelah hasil pemeriksaan ada kecenderungan demam berdarah, kalau masih dalam rentang observasi maka pihaknya melakukan observasi. 

"Kalau masih dalam rentang masih bisa kita lakukan observasi, maka dilakukan observasi atau memang kalau sudah positif kita rujuk ke rumah sakit," tukasnya.

Biasanya demam dengue hari pertama sampai ke lima itu adalah fase krisis. Setelah hari kelima sudah fase laten artinya tidak masa krisis lagi. 

Jangan Kekurangan Cairan

Menurut dr Yuyun, sebenarnya penangan pasien demam berdarah tidak susah. Sebab infeksi virus tidak butuh anti biotik. 

Penanganan pasien demam berdarah hanya harus dijaga jangan sampai kekurangan cairan. 

"Kalau cairannya cukup, Insya Allah mudah-mudahan pasiennya sembuh," ujarnya. 

Selanjutnya dalam tahap penangan pasien demam berdarah dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar kekentalan darahnya, berapa jumlah leukosit (sel darah merah), eritrosit (sel darah putih) dan trombosit (kepingan darah). 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved