Rabu, 22 April 2026

Hadi Surya Lontarkan Kritik Tajam Saat Pembahasan RPJMD Aceh Selatan

Hadi Surya melontarkan kritik tajam sekaligus peringatan keras agar arah pembangunan daerah tidak sekadar menjadi dokumen formalitas.

Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
SAMPAIKAN KRITIK - Anggota DPRA Dapil IX, Hadi Surya, melontarkan serangkaian kritik tajam sekaligus peringatan keras dalam RDPU membahas Rancangan Qanun tentang RPJMD 2025-2030 di DPRK Aceh Selatan, Kamis (11/9/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Suasana Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pembahasan Rancangan Qanun tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 di DPRK Aceh Selatan, Kamis (11/9/2025) mendadak menghangat.

Pasalnya, Anggota DPRA Dapil IX, Hadi Surya, melontarkan serangkaian kritik tajam sekaligus peringatan keras agar arah pembangunan daerah tidak sekadar menjadi dokumen formalitas.

Politikus Partai Gerindra ini menyoroti keterlambatan pengesahan RPJMD yang menurutnya berpotensi fatal. 

“Keterlambatan ini bisa berujung sanksi berupa ditundanya DAU dan DBH, bahkan dipotong. Jangan sampai pembangunan Aceh Selatan macet hanya karena lalai dalam perencanaan,” tegasnya di hadapan forum.

Tak berhenti di situ, Hadi juga membedah target pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan yang dipatok tumbuh dari 3,21 persen (2024) menjadi 5,67 persen (2030). Ia menyebut angka tersebut terlalu ambisius.

“Realistis hanya jika iklim investasi digenjot, hilirisasi sumber daya alam dipacu, dan ekonomi lokal di gampong-gampong benar-benar diberdayakan,”

“Tantangan terbesar, ada pada stabilitas politik dan kualitas birokrasi,” ucapnya.

Baca juga: Cegah Judol, MPU Aceh Timur Minta Warkop & Cafe  Matikan Wifi Pukul 00.00 WIB

Baca juga: Cerita Jusuf Kalla saat Rumuskan Aceh Bisa Punya Partai Lokal hingga DPRA, Akui Tak Pernah Tidur

IPM dan Kemiskinan

Soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Hadi lagi-lagi memberi catatan. Proyeksi kenaikan 0,87 poin dalam lima tahun ia nilai terlalu rendah. 

“Pemerintah Daerah harus terbuka soal kendala pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Jangan ada yang ditutup-tutupi, dan strategi percepatannya harus konkret,” ujarnya.

Target pengentasan kemiskinan juga tak luput dari sorotan. Pemangkasan hampir separuh dalam lima tahun, menurut Hadi Surya, terlalu berani tanpa dukungan pendapatan daerah yang jelas. 

Apalagi proyeksi keuangan Aceh Selatan diperkirakan menurun di 2028. 

“Kalau serius, lahirkan dinas pendapatan yang bisa gali PAD dari berbagai sumber. Jangan sampai target kemiskinan hanya jadi angka manis di atas kertas,” tutur Hadi yang juga Juru Bicara Tim Pemenangan H Mirwan MS-H Baital Mukadis (MANIS) pada Pilkada lalu.

Di ujung pandangannya, Hadi menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal melalui Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi yang sehat, modern, dan berbasis potensi daerah adalah kunci kemandirian ekonomi Aceh Selatan. 

“Kalau koperasi kuat, rakyat akan ikut kuat. Inilah motor ekonomi rakyat yang harus dijaga," pungkas Hadi Surya.(*)

Baca juga: Polemik CSR PT PEMA ke Trisakti: Bukan Soal Nominal, Ini Masalah Hak dan Marwah Rakyat Aceh

Baca juga: Immanuel Ebenezer Pakai Peci Hitam saat Diperiksa KPK: Biar Lebih Keren

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved