Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Resmi! Bupati Ayahwa Usulkan Bendungan Krueng Pase Jadi Objek Wisata Islami

Pemkab Aceh Utara secara resmi mengusulkan agar Bendungan Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia dijadikan kawasan wisata Islami.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok BWS Sumatera 1
BENDUNGAN KRUENG PASE - Proyek rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase yang berada di perbatasan Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia dengan Desa Maddi, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, dijadwalkan rampung Desember 2025. Bupati Aceh Utara mengusulkan Bendungan Krueng Pase bisa menjadi objek wisata Islami. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pemkab Aceh Utara secara resmi mengusulkan agar Bendungan Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia dijadikan kawasan wisata Islami.

Usulan tersebut disampaikan melalui surat kepada Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) di Banda Aceh.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa mengatakan, bahwa usulan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan bendungan sebagai kawasan multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana irigasi, tetapi juga destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan permohonan penataan kawasan Bendungan Krueng Pase menjadi objek wisata lokal. Ini sekaligus untuk mendukung fungsi bendungan secara multifungsi,” ujar Ayahwa, Jumat (17/10/2025).

Surat resmi dengan nomor 600/L.1.1/89/2025 itu dikirim pada 13 Oktober 2025.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menekankan pentingnya optimalisasi manfaat proyek nasional agar memberikan nilai tambah bagi daerah.

Baca juga: Tinjau Bendungan Krueng Pase, Bupati Aceh Utara: Ditarget Rampung Desember 2025

Menurut Ayahwa, keberhasilan pembangunan infrastruktur besar seperti Bendungan Krueng Pase bukan hanya diukur dari fungsi utamanya sebagai penyuplai air irigasi, tetapi juga dari kemampuan daerah mengelolanya menjadi kawasan produktif.

“Kita menekankan pentingnya kawasan tersebut tidak dibiarkan kosong, melainkan harus diisi kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar bendungan,” katanya.

Ia menilai, Bendungan Krueng Pase memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata menarik.

Karena lokasinya dikelilingi pemandangan sawah dan pegunungan, serta aliran air yang dapat dimanfaatkan sebagai area pemandian.

“Kami meyakini bahwa penataan kawasan ini tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi keberadaan bendung irigasi,” urainya.

Baca juga: Objek Wisata Sempat Didatangi Kapal Pesiar, Potensi PAD Ujung Lolok Terabaikan 

“Tetapi juga mendukung keberlanjutan operasional serta memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air,” tukas Ayahwa.

Ayahwa berharap dukungan dari Kementerian PUPR agar gagasan tersebut dapat direalisasikan bersamaan dengan rampungnya proyek Bendungan Krueng Pase yang diperkirakan selesai pada Desember 2025.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved