Kamis, 16 April 2026

Berita Banda Aceh

Pengusaha Malaysia Jajaki Bisnis Impor Ikan Segar dari Aceh

Pengusaha asal Malaysia dari Ausin Group menjajaki rencana kerja sama bisnis bidang importasi ikan segar dari Aceh

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
HUMAS KJRI PENANG
MELIHAT FASILITAS – CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, bersama delegasi KJRI Penang dan rombongan pengusaha asal Malaysia melihat sejumlah fasilitas di basecamp PT Trans Continent, di Gampong Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar, Rabu (22/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengusaha asal Malaysia dari Ausin Group menjajaki rencana kerja sama bisnis bidang importasi ikan segar dari Aceh dengan volume awal mencapai 20 ribu metrik ton per tahun.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Wanton Saragih Sid, saat berkunjung ke Aceh bersama perwakilan pengusaha Malaysia, Rabu (22/10/2025).

“Kami memang ke sini itu membawa pengusaha yang berencana akan ketemu dengan gubernur dan juga jajarannya untuk menjajaki kemungkinan importasi ikan 20 ribu metrik ton per tahun.

 Tapi ini mungkin tahap awal lah ya, kalau nanti bisa berjalan dengan baik bisa lebih meningkat lagi, bisa lebih besar lagi,” kata Wanton kepada Serambi.

Ia menjelaskan, ikan segar dari Aceh rencananya nanti akan dikirim ke Kedah, Malaysia, yang berfungsi sebagai hub pengumpulan dan pengolahan ikan sebelum diekspor ke negara lain. 

Baca juga: Delegasi Aceh Bertemu Otoritas Pelabuhan Pulau Pinang Malaysia, Terkait Rute Krueng Geukueh - Penang

“Di Kedah itu mereka punya semacam hub mengumpulkan ikan-ikan dan juga untuk mengolahnya yang kemudian nanti akan di ekspor ke luar negeri,” ujarnya. 

Selain importasi ikan, kata Wanton, selaku pihak yang mengupayakan terjalinnya bisnis antarnegara ini, pihaknya juga mendorong agar pengusaha Malaysia bersedia berinvestasi dalam pembangunan cold storage (fasilitas penyimpanan ikan berpendingin) di Aceh.

“Ini pun juga masih penjajakan awal, kalau berkembang nanti bisa jadi kita tingkatkan, misalnya pengolahan ikan mungkin akan dibuat semacam processing plant (pabrik pengolahan) seperti misalnya di Langkawi,” jelasnya. 

Wanton juga menyampaikan, investasi tahap awal untuk importasi ikan Aceh yang dijajaki ini mencapai sekitar Rp22 miliar, yang akan direalisasikan melalui salah satu perusahaan Ausin Group. 

Baca juga: Pelayaran Rute Penang–Aceh Utara Segera Aktif, Pelindo Siapkan Standar Operasional Terbaik

“Yang penting kita wujudkan dulu lah deal awal ini. Makanya kami sangat ingin bertemu dengan Pak Gubernur,” ungkapnya. 

Sementara itu, pengusaha Aceh, Ismail Rasyid, yang mendampingi rombongan delegasi KJRI dan pengusaha Malaysia tersebut, menyambut baik rencana kerja sama ini. 

Ia berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan ruang seluas-luasnya bagi investor asing seperti pengusaha Ausin Group yang ingin berinvestasi di sektor perikanan.

“Jadi kita lihat bahwa situasi kondisi Aceh yang sangat kondusif di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh sekarang, kita sangat appreciate bahwa dunia usaha mulai menggeliat kembali,” katanya. 

Baca juga: Survei Alat Berat Pelabuhan Krueng Geukueh, Tim DEA Aceh Bertolak ke Cina

Menurut Sekjen Dewan Ekonomi Aceh (DEA) itu, rencana pengembangan bisnis perikanan ini dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya sektor turunan lainnya seperti transportasi, perdagangan, serta pengolahan hasil laut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved