Sabtu, 11 April 2026

Banjir Landa Aceh

Lagi, 2 Warga di Aceh Utara Meninggal Terseret Arus Banjir, Total 4 Orang

“Ilyas terseret arus banjir di kawasan meunasah-nya yang telah berubah menjadi aliran air deras,” ujar Husaini warga Meurah Mulia kepada Serambi..

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ JAFARUDDIN
Jalan nasional atau lintasan Banda Aceh -Medan mengalami rusak parah di kawasan Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara setelah digerus banjir pada Rabu dan Kamis (26-27/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • 2 warga Aceh Utara dilaporkan meninggal, akibat terseret arus banjir yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
  • Korban terbaru: Ilyas (60), warga Desa Rheng Bluek, Kecamatan Meurah Mulia, terseret arus banjir usai shalat Magrib di meunasah pada Kamis (27/11/2025) malam dan Fitri, Kepala SDN 1 Samudera, terseret arus di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh kawasan Gampong Blang Peuria pada Rabu (26/11/2025) malam.
  • Hingga Jumat (28/11/2025), total empat warga Aceh Utara meninggal dunia.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Dua lagi warga dilaporkan meninggal di Aceh Utara, setelah terseret arus banjir yang melanda kawasan Aceh Utara dalam sepekan terakhir akibat hujan deras.

Dua korban tersebut adalah, Ilyas (60), warga Desa Rheng Bluek, Kecamatan Meurah Mulia, meninggal dunia setelah terseret arus banjir usai melaksanakan shalat magrib di meunasah, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sedangkan korban kedua adalah Fitri, Kepala SD Negeri 1 Samudera, Aceh Utara.

Ia terseret arus banjir di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, kawasan Gampong Blang Peuria, Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.

Jasad korban ditemukan pada Kamis (27/11/2025) siang di kawasan Kompleks Dayah Blang Peuria, tepatnya di belakang warung kopi Hibrida, lalu dibawa pulang ke kampung halamannya di Meuria Bluek, Kecamatan Meurah Mulia.

Menurut keterangan warga, musibah terjadi setelah empat titik tanggul Sungai Krueng Pase yang berada tak jauh dari permukiman warga jebol.

Sehingga air sungai melimpah dan menggenangi desa-desa di Kecamatan Meurah Mulia, termasuk Desa Rheng Bluek.

“Ilyas terseret arus banjir di kawasan meunasah-nya yang telah berubah menjadi aliran air deras,” ujar Husaini warga Meurah Mulia kepada Serambinews.com, Jumat (28/11/2025).

Baca juga: Diterjang Banjir, Masjid dan 2 Sekolah di Nagan Raya Hilang Jatuh ke Sungai

Disebutkan, Jenazah korban ditemukan pada Jumat (28/11/2025) siang di kawasan Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, sekitar 200 meter dari lokasi awal korban terseret.

“Tadi siang ditemukan jenazahnya dan sudah dibawa pulang,” ujar Husaini.

Husaini menambahkan, pencarian korban sempat terkendala karena jaringan telepon seluler mati total pascakejadian, sehingga warga tidak bisa segera mengabarkan ke pihak terkait.

Sebagian besar warga juga sibuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman, setelah kejadian tersebut.

Sedangkan dua korban sebelumnya adalah, seorang warga Kecamatan Matangkuli, Muzammil (30), meninggal dunia akibat tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan ayam peliharaannya di tengah rumah yang terendam banjir pada Selasa (25/11/2025) malam.

Lalu, M Afdalil (27), warga Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat melintasi jalan persawahan menggunakan sepeda motor trail, pada Rabu (26/11/2025).

Pencarian dilakukan selama sekitar tiga jam sebelum korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga Jumat (28/11/2025), sudah empat warga Aceh Utara yang meninggal dalam bencana banjir. (*)

Baca juga: Sungai Soraya Meluap, Tim Gabungan Evakuasi Warga Terjebak di Trumon Timur - Aceh Selatan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved