Breaking News
Sabtu, 30 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Update Banjir dan Longsor di Aceh: 35 Korban Meninggal Dunia, 25 Orang Hilang

"Pengungsi di seluruh Aceh per sore ini kami data ada 4.846 KK (kepala keluarga), itu tersebar di seluruh kabupaten/kota Aceh," ujarnya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
EVAKUASI KORBAN BANJIR - Polres Lhokseumawe kembali mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan, Kamis (27/11/2025).     

Dari Pidie Jaya, Mualem dan rombongan bergerak ke arah timur utara Aceh.

Namun, begitu memasuki Kabupaten Bireuen, pada Jumat (28/11/2025) dini hari, sinyal telepon seluler langsung hilang dan komunikasi terputus total.

Perjalanan melalui jalur darat terhenti di Kuta Blang, Bireuen.

Jembatan rangka baja di jalur lintas nasional Banda Aceh–Medan di lokasi itu putus total akibat banjir besar yang melanda sejak Rabu (26/11/2025).


Mualem berupaya mencari jalur alternatif menuju Lhokseumawe, di antaranya melalui Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan.

Namun, jembatan di kawasan itu juga putus.

Menurut warga, empat jembatan penghubung ke arah Lhokseumawe seluruhnya lumpuh.

"Kami melihat kondisi di lapangan memang sangat darurat. Akses transportasi tidak bisa dilalui. Pemerintah Aceh akan mengerahkan segala kemampuan untuk membuka akses ini secepat mungkin," kata Mualem.

Mualem menegaskan bahwa daerah-daerah yang terisolasi menjadi prioritas penanganan darurat.

"Yang paling penting sekarang adalah memastikan bantuan sampai ke warga. Semua instansi terkait saya minta bergerak cepat," tegasnya.

Rombongan kemudian terpaksa kembali ke pusat Kota Bireuen dan bermalam di sana.

Pada Jumat pagi, Mualem memutuskan kembali ke Banda Aceh karena akses menuju wilayah Lhokseumawe putus total dan tidak ada jaringan komunikasi yang dapat digunakan untuk koordinasi.

Keuchik Blang Panjoe, M Ruslan Abdul Gani, mengatakan banjir yang terjadi menyebabkan warga sangat terpukul.

"Akibat banjir kemarin kami mengalami banyak rumah yang tenggelam sampai mencapai tiga meter. Akses lorong-lorong antar­kecamatan juga tertutup lumpur setinggi 1 sampai 1,5 meter," ujar Ruslan.

Warga mengungsi di meunasah. Total terdapat 168 KK atau 658 jiwa yang bertahan di lokasi tersebut.

"Dua desa lain juga mengungsi ke sini, termasuk Desa Pante Lhong, 350 KK atau 1.400 jiwa," kata dia.

Menurut Ruslan, hingga Jumat dini hari warga belum sama sekali mendapat bantuan logistik.

"Kami kekurangan makanan dan air bersih. Belum ada bantuan yang tiba ke sini," ujarnya.

"Ini Kecamatan Peusangan, di seberang sana ada Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Dari pagi kejadian kemarin sampai hari ini tidak ada kontak dengan kecamatan di seberang. Kami sama sekali tidak tahu tetangga bagaimana," tambahnya.

Ruslan menyebut, kondisi di wilayah seberang justru lebih rendah permukaan tanahnya sehingga kemungkinan dampak banjir lebih parah.

"Semua akses terputus, termasuk komunikasi. Kami belum tahu kondisi di sana," ujarnya.

 

Baca juga: VIDEO Detik-detik Jembatan Kembar Padang Panjang Tersapu Banjir Bandang

Baca juga: Dinsos Abdya Salurkan 200 Paket Bahan Pokok untuk Abang Becak dan Nelayan

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved