Jumat, 17 April 2026

Rp 19 Miliar Dana Bank Jambi yang Dicuri Hacker Terdeteksi Mengalir ke Kripto, Kerugian Rp143 Miliar

Kepolisian Daerah (Polda) Jambi terus menyelidiki kasus peretasan yang menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah.

|
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Bank Jambi 

SERAMBINEWS.COM, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa sebagian dana nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi yang dibobol peretas telah teridentifikasi.

Dari total kerugian Rp 143 miliar, sekitar Rp 19 miliar diketahui masuk ke mata uang kripto, sementara sisanya mengalir ke rekening Bank Permata dan Sampoerna.

"Sebagian dana senilai Rp 19 miliar terdeteksi di crypto, ada juga yang masuk Bank Permata dan Sampoerna," kata Al Haris saat diwawancarai, Senin (9/3/2026) malam dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah daerah telah meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera menindaklanjuti agar dana nasabah bisa dikembalikan dan kerugian diminimalisir.

Polda Jambi Bersinergi dengan Bareskrim Polri

Kepolisian Daerah (Polda) Jambi terus menyelidiki kasus peretasan yang menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menuntaskan penyelidikan.

"Benar, kita saat ini dalam tahap komunikasi dengan Bareskrim Polri," ujar Taufik.

Baca juga: OJK Aceh Ingatkan soal Ketahanan Siber, Perbankan Perlu Bergaul dengan Komunitas White Hacker

Akses Mobile Banking dan ATM Masih Terblokir

Akibat peretasan yang terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026, sistem Mobile Banking dan ATM Bank Jambi diblokir selama dua minggu terakhir.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa pihaknya sedang memenuhi instrumen keamanan yang diminta otoritas melalui pihak vendor.

"Pemenuhan instrumen security terus berjalan, ini tanggung jawab vendor, bukan Bank Jambi langsung," ungkap Zulfikar, Sabtu (7/3/2026).

Evaluasi sistem IT dilakukan secara menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang.

Bank menargetkan akses Mobile Banking dan ATM kembali normal sebelum cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.

Nasabah Terpaksa Antre Sejak Dini Hari

Blokir sistem perbankan memaksa nasabah antre panjang di kantor pusat maupun cabang. Banyak yang datang sejak sahur untuk mendapatkan nomor antrean terbatas.

Seorang pensiunan ASN di KCP Thehok, Kota Jambi, menceritakan harus datang pukul 05.30 WIB, namun tetap kalah cepat dengan nasabah lain.

Akibatnya, sejumlah nasabah pulang tanpa berhasil melakukan transaksi. Kerugian perorangan bervariasi antara Rp 17 juta hingga Rp 24 juta.

Polda dan Bareskrim Terus Mendalami Kasus

Polda Jambi terus memanggil saksi, termasuk pihak manajemen Bank Jambi, untuk mendalami kasus ini.

Hingga kini, ATM dan Mobile Banking belum dapat digunakan.

Zulfikar memastikan proses evaluasi sistem IT dilakukan secara komprehensif dan melibatkan pihak otoritas serta vendor.

"Tujuan kami agar serangan serupa tidak terjadi lagi dan akses bisa kembali normal sebelum cuti Hari Raya Idul Fitri," jelas Zulfikar.

Baca juga: VIDEO - Haji Uma Soroti Dugaan Perampasan Fasum hingga Makam oleh Perusahaan di Aceh Timur

Baca juga: Kabar Kembira, Pemkab Nagan Raya Segera Bayar THR ASN, Catat Jadwalnya

Sudah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved