Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Iran Ancam Bisa Melejit hingga 200 Dolar per Barel?

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Gemini Ai
PERANG IRAN- Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Rabu (11/3/2026), memperlihatkan grafik fluktuasi harga minyak Brent yang menunjukkan lonjakan tajam di tengah ketegangan militer di Selat Hormuz. 

Ketegangan di pasar energi global sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran.

 Sejak saat itu, harga minyak dunia terus mengalami fluktuasi tajam dan sempat mendekati 120 dolar AS per barel pada awal pekan ini.

Dampak kenaikan harga minyak juga mulai dirasakan masyarakat di berbagai negara.

Di Amerika Serikat, harga rata-rata bensin dilaporkan telah melampaui 3,50 dolar AS per galon, menurut data dari American Automobile Association.

Baca juga: VIDEO - 140 Tentara AS Terluka Diserang Rudal dan Drone Iran, 7 Prajurit Dilaporkan Tewas

Sementara itu, negara-negara Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah juga merasakan dampak yang cukup besar.

 Antrean panjang terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Filipina, Thailand, dan Vietnam, karena masyarakat berusaha mengisi bahan bakar sebelum harga kembali naik.

Pemerintah Thailand bahkan meminta sebagian pegawai di instansi pemerintah untuk bekerja dari rumah sebagai langkah penghematan energi.

 Selain itu, pejabat pemerintah juga diimbau untuk menunda perjalanan luar negeri yang tidak mendesak.

Langkah serupa juga diterapkan di Filipina. Pemerintah negara tersebut mulai menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu bagi pegawai pemerintah guna mengurangi konsumsi energi nasional.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gejolak di pasar minyak global tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memengaruhi kebijakan ekonomi dan aktivitas masyarakat di berbagai negara.

 Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, para analis memperkirakan harga energi dunia masih berpotensi naik dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Pertemuan Rahasia Militer AS Soal Iran Bikin Pejabat Amerika Cemas: Saya Lebih Takut dari Sebelumnya

(Serambinews/Sri Anggun Oktaviana)
 
 
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved