Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Iran Ancam Bisa Melejit hingga 200 Dolar per Barel?

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Gemini Ai
PERANG IRAN- Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Rabu (11/3/2026), memperlihatkan grafik fluktuasi harga minyak Brent yang menunjukkan lonjakan tajam di tengah ketegangan militer di Selat Hormuz. 

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Iran Ancam Bisa Melejit hingga 200 Dolar per Barel

SERAMBINEWS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pada perdagangan Kamis, harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil bahkan sempat menembus angka 100 dolar AS per barel, meskipun sejumlah negara besar telah sepakat untuk melepaskan cadangan minyak dalam jumlah besar guna menstabilkan pasar.

Lonjakan harga ini terjadi setelah negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) menyatakan akan melepaskan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan darurat mereka.

Langkah tersebut diambil untuk meredam dampak ketegangan geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi akibat konflik yang melibatkan Iran.

Baca juga: Iran Siap Serang Kapal Minyak AS dan Israel di Selat Hormuz, Trump Murka

Namun, meskipun keputusan itu dianggap sebagai langkah besar, pasar minyak tetap bereaksi dengan kenaikan harga.

Dalam perdagangan Asia, harga minyak Brent dilaporkan naik hampir 9 persen, menandakan kekhawatiran investor terhadap pasokan energi global masih sangat tinggi.

Situasi semakin memanas setelah seorang juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga 200 dolar AS per barel jika konflik di kawasan terus meningkat.

IRGC juga menyatakan bahwa kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat, Israel, maupun sekutu mereka berisiko menjadi sasaran serangan.

Ancaman tersebut sangat berkaitan dengan kondisi di Strait of Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menjadi salah satu titik paling penting bagi distribusi energi dunia.

Baca juga: Pentagon: 140 Tentara AS Terluka dalam Perang dengan Iran, 8 dalam Kondisi Parah

Sekitar 20 persen pasokan minyak global biasanya melewati jalur ini setiap harinya. Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya dapat langsung terasa pada harga energi di seluruh dunia.

Menurut pengamat energi dari Singapore Institute of Technology, Martin Ma, pelepasan cadangan minyak oleh IEA memang memiliki arti penting secara historis.

Namun langkah tersebut hanya dapat menjadi solusi sementara untuk menahan lonjakan harga.

Ia menjelaskan bahwa selama risiko terhadap pasokan minyak masih tinggi, pasar akan tetap bergejolak.

Baca juga: Keunggulan Khorramshahr Iran yang Gempur AS–Israel 3 Jam Nonstop, Cepat, Jauh, dan Sulit Dicegat

Bahkan para pedagang energi memperkirakan gangguan pasokan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved