Konflik Amerika vs Iran
Mojtaba Khamenei Tolak Usulan Gencatan Senjata dari AS
Mojtaba disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia untuk mendapat perawatan medis setelah mengalami luka akibat serangan AS-Israel.
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menolak sejumlah usulan untuk meredakan ketegangan, termasuk tawaran gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
- Seorang pejabat senior Iran menyatakan, proposal-proposal itu disampaikan kepada Teheran melalui dua negara yang bertindak sebagai perantara.
- Pejabat itu menyebutkan bahwa sikap Mojtaba Khamenei terhadap kemungkinan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sangat tegas dan serius.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menolak sejumlah usulan untuk meredakan ketegangan, termasuk tawaran gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Laporan tersebut disampaikan oleh Reuters yang mengutip seorang pejabat senior Iran.
Menurut sumber tersebut, proposal-proposal itu disampaikan kepada Teheran melalui dua negara yang bertindak sebagai perantara.
Pejabat itu menyebutkan bahwa sikap Mojtaba Khamenei terhadap kemungkinan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sangat tegas dan serius.
Hal tersebut terungkap dalam sesi kebijakan luar negeri pertamanya, meskipun tidak dijelaskan secara rinci apakah ia hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Reuters juga melaporkan bahwa pada 14 Maret, tiga sumber menyatakan bahwa pemerintahan Donald Trump telah menolak upaya dari sejumlah sekutu di Timur Tengah untuk memulai kembali jalur diplomasi.
Upaya tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah Iran maupun Amerika Serikat terkait laporan tersebut.
Baca juga: Iran Tegaskan Kondisi Mojtaba Khamenei Baik-baik Saja, Bantah Terluka Kena Serangan AS
Mojtaba disebut sedang dirawat di Rusia
Sebelumnya, Mojtaba disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia untuk mendapat perawatan medis setelah mengalami luka akibat serangan AS-Israel.
Spekulasi itu mencuat setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru tersebut belum muncul ke hadapan publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang meninggal pada Sabtu (28/2/2026).
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Iran maupun Rusia mengenai kabar tersebut.
Laporan mengenai pemindahan Mojtaba Khamenei ke Rusia pertama kali muncul dari media Kuwait Al-Jarida.
Mengutip sumber pejabat Iran berpangkat tinggi, media itu menyebut Mojtaba dipindahkan secara rahasia ke Moskwa karena alasan kesehatan dan keamanan.
| AS Sebut Perang Iran Sudah Berakhir, Picu Sorotan Soal Legalitas Operasi Militer |
|
|---|
| Iran Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Usai Deteksi Drone Pengintai di Teheran |
|
|---|
| Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Serukan AS Keluar dari Teluk, Iran Klaim Akan Kelola Selat Hormuz |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Sebut AS Mengalami “Kekalahan Memalukan” dalam Perang Lawan Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ayatollah-Mojtaba-Khamenei-anak-Ali-Khamenei-resmi-terpilih-menjadi-pemimpin-tertinggi-baru-Iran.jpg)