Pojok Humam Hamid
Tahun Bencana: Keniscayaan Revisi APBA dan APBK 2026
Kenyataan ini menuntut arah baru bagi pembangunan Aceh-arah yang tidak bisa lagi mengandalkan pola-pola lama.
Kita diuji bukan hanya dalam kecepatan merespons bencana, tetapi juga dalam kemampuan kita menata kembali masa depan.
Dari bencana ini, kita belajar betapa rentannya Aceh terhadap ancaman alam yang semakin intens akibat perubahan iklim.
Namun bagaimana Aceh bangkit setelahnya adalah pilihan kita bersama.
Tahun 2026 harus menjadi tahun ketika kita memutuskan untuk membangun dengan cara yang berbeda—dengan kesadaran penuh terhadap risiko, dengan keberanian mengubah prioritas, dan dengan komitmen menjaga keselamatan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.
Senyar25 adalah peringatan keras.
Tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya harus menjadi jawabannya: tahun ketika Aceh bangkit, berubah, dan menata kembali masa depannya dengan keteguhan dan keberanian.
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
bencana siklon senyar
Siklon Senyar
tahun bencana 2025
pojok humam hamid
Serambi Indonesia
Serambinews
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-5.jpg)