Jurnalisme Warga
Membentuk Karakter, Mengasah Kemampuan melalui Pergelaran “Super Camp dan Drama Contest”
Seminggu sebelumnya, saya dan teman-teman sesama santri mengikuti sebuah acara besar, yaitu “Super Camp 2025”.
MUHAMMAD ZHIYATUL AULIA, Santri Kelas 5C melaporkan dari Pondok Modern Gontor 8 Darul Amien, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar
Sebagai seorang santri kelas 5 di Pondok Modern Darussalam Gontor 8 (PMDG) Aceh, kali ini saya berkisah tentang keikutsertaan saya dalam acara “Drama Contest”.
Seminggu sebelumnya, saya dan teman-teman sesama santri mengikuti sebuah acara besar, yaitu “Super Camp 2025”. Perkemahan akbar tersebut berlangsung lima hari, mulai hari Sabtu hingga Rabu pada 15-19 November 2025 di Pantai Riting yang terletak di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Sebagai informasi, Aceh memiliki banyak tempat destinasi wisata yang menarik serta menawarkan keindahan alam yang memukau dan suasana tenang dan asri sekali. Salah satunya adalah Pantai Riting yang berjarak sekitar 67 kilometer dari PMDG 8 Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.
Adapun tujuan diadakannya “Super Camp” ini semata-mata untuk mendidik para santri agar disiplin terhadap waktu, beribadah, dan adaptif dengan cara hidup di alam bebas.
Selain itu, seluruh aktivitas santri berlangsung dalam suasana disiplin dan antusiasme tinggi. Hal ini menggambarkan kesiapan para santri dalam mengikuti seluruh rangkaian “Super Camp 2025” sebagai proses pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, dan ketangguhan mental dalam kehidupan sehari-hari.
Usai “Super Camp” selama lima hari, kami mengikuti kegiatan selanjutnya, yakni digelarnya “Drama Contest” di Gontor 8 Aceh. Tujuannya untuk mengasah kemampuan bahasa Arab dan Inggris santri secara aktif, meningkatkan kepercayaan diri, kekompakan tim, kreativitas, dan kepekaan dalam berkomunikasi, serta berdakwah menggunakan seni peran, serta melatih mereka menjadi santri yang terampil berbahasa dan matang dalam ekspresi untuk menghadapi dunia global.
Ada empat kelompok yang ikut serta dalam acara tersebut, terdiri atas santri kelas 1, 2, 3, dan 4. Kelas 1 berjumlah 15 orang, dibimbing langsung oleh empat orang “Al-Akh” dari kelas 5.
Begitu pula bagi santri kelas 2 yang jumlahnya tidak jauh berbeda, yaitu 19 orang dengan empat orang pembimbing dari kelas lima, salah satunya adalah teman saya sendiri bernama Fayyadh Fathi Gaffar.
“Acara ‘drama contest’ ini sangat mendidik santri Gontor Kampus 8 Darul Amien dalam memerankan perannya,” ungkapnya. Untuk
kelas tiga berjumlah 18 orang dibimbing oleh tiga orang santri kelas lima dan kelompok yang paling sedikit, yaitu kelas 4 yang jumlahnya sepuluh orang, dibimbing oleh santri kelas 5 yang berjumlah tiga orang.
Agar bisa tampil maksimal, seluruh kelas bersemangat berlatih bersama pembimbing masing-masing.
Drama kabaret
Adapun latihannya berlangsung satu bulan. Pada saat pertengahan latihan untuk ‘drama contest’, terdapat tambahan latihan menari yang dipersiapkan untuk acara drama kabaret (bentuk hiburan teater yang menggabungkan unsur musik, tari, lagu, dan komedi untuk menyampaikan cerita atau pesan mendalam). Salah satunya adalah penampilan tari Aceh. Empat hari setelah latihan, dimulailah acara gladi kotor untuk ‘drama contest’ tersebut.
Usai gladi, dilanjutkan dengan latihan yang lebih intensif selama dua minggu yang dilakukan pagi dan sore. Pada pekan gladi, ‘drama contest’ dimenangkan oleh santri kelas 1, gladi kedua dimenangkan santri kelas 2, dan pada gladi ketiga dimenangkan oleh siswa kelas 1.
Berikutnya, pada hari pelaksanaan acara “Drama Contest” tanggal 7 Desember 2025, juara umum kegiatan ini jatuh pada kelas 1 dan juara favorit dimenangkan oleh kelas 4.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUHAMMAD-ZHIYATUL-AULIA.jpg)