Kupi Beungoh
Belajar "Menjaga Lingkungan" Dari Lumpur, Batu Dan Kayu Banjir Bandang Aceh-Sumatra
Berikut adalah rincian penyebab utama banjir bandang di Aceh. Pertama; intensitas hujan tinggi & faktor cuaca.
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M Ag
Banjir Bandang yang membawa material batuan besar dan kecil, lumpur, kayu besar (gelondongan) dan kecil di Aceh seperti di Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie, gayo luwes, dan daerah lainnya, memberikan pelajaran pahit mengenai kerapuhan lingkungan dan pentingnya mitigasi bencana yang berbasis ekosistem.
Ini saya amati, selama menjadi relawan banjir bandang Aceh sejak tanggal 27 November 2025 pasca banjir bandang 26 November 2026 sampai sekarang ini, ada 13 kali saya pulang pergi mengantar bantuan ke tempat-tempat banjir bandang Aceh.
Senin sampai jum'at kami kumpulkan dana dan belanja, lalu sabtu-minggu bantuan kami antar ke tempat korban sesuai kebutuhan permintaan korban banjir bandang Aceh bersama suami dan anak-anak.
Sedih yang mendalam itu kesan pertama, karena habis kata yang tepat untuk dapat mengambarkan betapa sedih, lelah, stres, depresi korban banjir bandang Aceh 26 November 2026. Hanya keimanan dan pertolongan Tuhan mereka mampu bertahan, pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Tuhan.
Itu kita dapatkan dari wajah yang tersenyum, meski mata berkaca-kaca ketika kita datang menemui mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kerusakan hulu berdampak langsung pada kehancuran di hilir. Banjir bandang di Aceh umumnya disebabkan oleh kombinasi cuaca ekstrem (intensitas hujan sangat tinggi), kerusakan lingkungan akibat deforestasi dan alih fungsi lahan, serta faktor geografis curam.
Hujan deras terus-menerus memicu meluapnya sungai dan longsor di hulu, yang diperparah oleh hilangnya vegetasi penahan air.
Mari kita belajar dari lumpur, batu dan kayu-kayu banjir bandang Aceh-Sumatra tentang pentingnya menjaga alam, agar hidup kita menjadi aman, makmur dan tentram.
Penyebab Terjadinya Banjir Bandang Aceh 26 November 2025
Berikut adalah rincian penyebab utama banjir bandang di Aceh. Pertama; intensitas hujan tinggi & faktor cuaca.
Curah hujan ekstrem, seringkali didorong oleh fenomena La Nina lemah, monsun Asia, dan anomali siklon tropis, mengakibatkan tanah jenuh air dalam waktu singkat, begitu kata para ahli.
Kedua; deforestasi dan kerusakan hutan Penggundulan hutan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit, dan pembalakan liar mengurangi kemampuan tanah menyerap air secara drastis, ini yang sedang kita saksikan bersama saat ini.
Terbukti dari kayu-kayu besar bawaan banjir bandang, masih menetap diperkampungan penduduk pasca banjir bandang seperti di Pidie Jaya (Menasah Mancang, Menasah Husen, Mns Bi, Blang cut dan lainnya) Aceh Utara (Desa Gedembak, sepanjang Sungai Arakundo, Sepanjang sungai awe Getah dan lainnya), Aceh Tamiang (Desa Pengidam, Kecamatan Banda Pusaka, dan menimbun Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kecamatan Karang Baru dan lainnya)
Kayu-kayu tersebut terpotong rapi, dengan ukuran yang sama, bernomor dan bernama, yang mustahil nama dan nomor yang ada di kayu-kayu tersebut tertulis sendiri. Ada juga yang utuh belum terpotiong-potong lengkap dengan akarnya.
Bukti lainnya adalah setiap hujan datang, banjir susulan pun datang, tanda gunung tidak kokoh lagi, tidak lagi sanggup menampung air hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-S-Ag-M-Ag-Dosen-Pendidikan-Agama-Islam-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)