KUPI BEUNGOH
Pariwisata Simeulue Diminati Asing, Pergi Via Medan, Pemda Aceh Mesti Membinanya
Pulau Simeulue dikenal memiliki alam yang menakjubkan, terutama ombak laut pada musim angin barat.
Oleh: Lukluk Chasanah*)
Pulau Simeulue dikenal memiliki alam yang menakjubkan, terutama ombak laut pada musim angin barat.
Pencinta olahraga selancar dari seluruh dunia rupanya memiliki catatan dalam kalender mereka jadwal berselancar di Pulau Simeulue.
Wisatawan mancanegara telah menjadikan Simeulue sebagai destinasi selancar kelas dunia.
Ombak yang konsisten, alam yang masih alami, serta keramahan masyarakat lokal menjadikan pulau terluar Aceh ini magnet bagi wisatawan dari Australia, Eropa, Amerika, hingga Asia.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh yang dikutip Antara Aceh mencatat bahwa sebanyak 1.090 wisatawan mancanegara mengunjungi Pulau Simeulue sepanjang tahun 2024.
Baca juga: HRD Minta Menteri Perhubungan Bangun Pelabuhan Sibigo Pulau Simeulue
Angka ini menunjukkan bahwa Simeulue bukan lagi destinasi pinggiran, melainkan telah menjadi bagian dari peta pariwisata internasional, khususnya wisata minat khusus seperti selancar.
Namun, di balik pertumbuhan kunjungan tersebut, tersimpan persoalan mendasar yang masih membelenggu pariwisata Simeulue, yakni keterbatasan akses transportasi dari Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan dan gerbang utama Provinsi Aceh.
Terpencil tapi Diminati
Tahun 2025 – 2026 saya melakukan penelitian tentang daya tarik warga negara asing untuk berkunjung dan menginap di Simeulue.
Penelitian saya lakukan pada lima usaha penginapan yang menjadi pilihan tamu dari luar negeri di Desa Matanurung, Kecamatan Teupah Selatan.
Di bawah bimbingan dosen saya, Hasan Basri M. Nur PhD, saya melakukan observasi dan interview dengan sejumlah wisatawan dan pemilik penginapan.
Saya melakukan penelitian tentang strategi komunikasi pemasaran usaha penginapan di daerah terpencil.
Hasilnya menakjubkan, walau Simeulue terletak di kawasan terpencil namun sangat disukai oleh wisatawan mancanegara.
Sebagian besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Simeulue tidak menggunakan penerbangan dari Banda Aceh, melainkan memilih rute dari Medan langsung ke Simeulue.
Minimnya frekuensi dan kepastian jadwal penerbangan Banda Aceh-Simeulue menjadi faktor utama pilihan tersebut.
Baca juga: Pesona Pantai Lantik Simeulue: Surga Tenang di Ujung Barat Nusantara
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lukluk-Hasanah-_-Mahasiswa-Prodi-Komunikasi-dan-Penyiaran-Islam-FDK-UIN-Ar-Raniry.jpg)